Ada BUMN Belum Bantu Porwil

FOTO: Rohidin Mersyah

Gub: Kita Tunggu  Sampai 20 Oktober

BENGKULU, Bengkulu Ekspress -Persiapan kegiatan pekan olahraga wilayah (Porwil) Sumatera X di Provinsi Bengkulu terus dimatangkan. Namun sayangnya, masih ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belum memberikan dukungan penuh atas kelancaran kegiatan tersebut.

Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah mengatakan dukungan dari BUMN sebenarnya sudah disepakati bersama. Hanya saja, masih ada yang belum memberikan bantuan dalam bentuk barang dalam kegiatan Porwil se-Sumatera yang akan digelar dari 2-9 November mendatang. “Ada 13 BUMN yang sudah kita tunjuk dan dikoordinasikan dengan pusat, berapa partisipasi mereka, nilai nominalnya itu,” terang Rohidin usai menggelar rapat persama persiapan Porwil Sematera X di Kantor Gubernur Bengkulu, kemarin (14/10).

Menurut Rohidin, pihak perusahaan itu hanya diminta untuk bisa membantu mensukseskan kegiatan pembukaan dan penutapan. Bantuan yang diberikan itu dalam bentuk barang, bukan uang. Nantinya, bantuan yang diberikan itu akan diserahkan kepada Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sebagai pengelola. “Kita batasi sampai tanggal 20 Oktober ini. Untuk bisa memberikan suport,” tuturnya.

Tidak hanya itu, dalam menyambut kemeriahaan event itu, Gubernur meminta untuk mengencarkan promosi. Baik itu melalui spanduk-spanduk di setiap perusahaan maupun instansi pemerintah. Begitupun melalui media sosial (medsos) juga harus digemuruhkan promosinya.

“Promosi ini harus terus digencarkan. Pemasangan spanduk, pemberitaan dan media sosial. Sehingga bisa lebih meriah,” tambah Rohidin.

Disisi lain, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman mengatakan, bantuan itu memang dalam bentuk barang, bukan uang. Sehingga bantuan itu bisa benar-benar mensuport kegiatan. “Kita terima barang saja, karena kalau uang sangat kita hindari. Yang mengelola juga bukan kita, tapi dari Kemenpora langsung,” ungkap Atisar.

Dari rapat yang digelar itu, semua BUMN yang ada di Bengkulu menghadiri, hanya saja, ada beberapa BUMN yang tidak hadir. Lambanya suport yang diberikan oleh pihak BUMN itu, menurut Atisar, lantaran proses birokrasi perusahaan yang harus menunggu proses. “Koordinatornya itu Pelindo. Jadi dikondisikan didaerah, untuk bisa mensuport secara penuh,” paparnya.

Meski nantinya tidak disuport penuh, Atisar menegaskan, masih sangat optimis kegiatan tersebut berjalan dengan lancar. Karena memang pemerintah telah siap untuk mensukseskan acara tersebut. “Adakan tidak disuport, kita tetap siap dan bisa sukseskan acara itu,” tutup Atisar. (151)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*