Ada 8 Pengidap HIV Baru di Rejang Lebong

HonorerCURUP, Bengkulu Ekspress – Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong menemukan 8 kasus baru masyarakat Rejang Lebong yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau HIV positif. Hal ini diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Syamsir SKM MKM melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Harmansyah SKep SSos Ners MM MPH didampingi Pengelola Program HIV/AIDS, Astri Nurhayati SKM saat ditemui Rabu (22/11) kemarin.

Dijelaskan Harmansyah, pengidap HIV positif ini mereka temukan di sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Delapan kasus HIV positif baru di Kabupaten Rejang Lebong tersebut mereka temukan setelah mereka yang terinfeksi tersebut melakukan pemeriksaan di 8 lokasi pelayanan kesehatan yang membuka layanan pemeriksaan HIV/AIDS. Delapan layanan kesehatan yang membuka layanan pemeriksaan HIV/AIDS tersebut adalah Puskesmas Curup, Perumnas, Curup Timur, Padang Ulak Tanding, Bangun Jaya, Samberejo dan RSUD Curup sendiri.

“Untuk pemeriksaan bisa dilakukan di sejumlah Puskesmas yang sudah melayani pemeriksaan HIV/AIDS, namun bila ditemukan kasus, maka langkah selanjutnya mendapat penanangan di RSUD Curup,” tambah Harmansyah.

Sementara itu, untuk total kasus HIV/AIDS di Kabupaten Rejang Lebong sendiri, dari tahun 2012 hingga Oktober 2017 ini Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong mencatat ada 78 masyarakat Rejang Lebong yang terinfeksi HIV/AIDS. Dari 78 masyarakat Rejang Lebong yang terinfeksi HIV/AIDS tersebut, menurut Harmansyah ada 8 orang yang sudah meninggal dunia. Selanjutnya, tidak terpantau sebanyak 1 orang, yang aktif melakukan pengobatan rutin di RSUD Curup sebanyak 33 orang, kemudian 2 orang tengah menjalani masa konsultasi di RSUD Curup. Sedangkan sisanya, Harmansyah mengaku pihaknya sudah tidak mengetahui keberadaan mereka apakah mereka sudah meninggal dunia atau menjalani pengobatan diluar Rejang Lebong.

“Yang meninggal ini adalah mereka yang sudah lama terkena HIV/AIDS, sedangkan untuk yang tahun 2017, masih hidup dan sudah menjalani penanganan oleh tim pengobatan HIV/AIDS di RSUD Curup,” terang Harmansyah.

Di sisi lain, menurut Harmansyah, proses pengobatan untuk seseorang yang telah dinyatakan terinfeksi HIV/AIDS sangat penting. Dimana dengan melakukan pengobatan rutin, maka obat tersebut akan menjadikan virus yang ada di dalam tubuhnya tidak berkembang, sehingga menurutnya dengan tidak berkembangnya virus tersebut, maka ia tidak bisa menular. (251)