Absen Sidik Jari Terkendala Listrik

PADAM – Pemadan listrik yang membuat mesin fingger print tak bisa difungsikan.

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Penggunaan absen sidik jari (finger print) di lingkungan Pemda Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menemui kendala.Pemadaman listrik yang dilakukan oleh PT PLN dikeluhkan oleh aparatur sipil negara (ASN).Tanpa adanya aliran listrik, absen sidik jari itu tak bisa dilakukan.

“Jika listrik mati, maka mesin finger print tak bisa digunakan,” ungkap salah seorang ASN Benteng, An.

Dijelaskan An, kekesalan ASN seringkali memuncak tatkala pemadaman listrik terjadi saat sore hari. Yakni, ketika pelaksanaan absen pulang yang dilakukan pada pukul 16.00 WIB.

“Kami terpaksa menunggu listrik kembali menyala agar bisa melakukan absen sidik jari,” bebernya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Benteng, Edi Hermansyah SSi MSc PhD tak menampik bahwa aliran listrik di Kabupaten Benteng memang seringkali terjadi pemadaman.

Mengantisipasi hal itu, ia mengatakan bahwa setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa menyiapkan mesin genset sebagai alternatif ketika listrik padam.



“Setiap OPD dirasa perlu untuk mempersiapkan mesin genset. Sehingga pelaksanaan finger print bisa berjalan lancar,” tandas Edi

Lebih lanjut, Edi menjelaskan, pelaksanaan fingger print dilakukan sebanyak 3 kali setiap hari kerja. Yakni pada pukul 07.45 WIB, pada pukul 13.00 WIB dan pada pukul 16.00 WIB.

“Penerapan absen sidik jadi akan dipantau oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Benteng. Kehadiran ASN akan dievaluasi,” tutup Edi.(135)