Abrasi Sungai Luas Memprihatinkan

IRUL/Bengkulu Ekspress ABRASI: Kondisi abrasi Sungai Luas Kecamatan Luas yang makin parah dan memperihatinkan, dan butuh bronjong.

LUAS, Bengkulu Ekspress – Abrasi atau pengikisan bibir sungai air Luas di Kecamatan Luas Kabupaten Kaur semakin meluas dan makin memprihatinkan. Kondisi ini diduga akibat tingginya intensitas hujan yang terjadi, sehingga meningkatkan debit air sungai yang berpengaruh terhadap meningkatnya intensitas air sungai di kawasan tersebut. Kondisi ini membuat jalan semakin menyempit dan terancam hilang.

“Abrasi ini sudah lama terjadi dan sekarang juga tanaman pohon kelapa banyak yang tumbang, dan jalan pinggir sungai Luas itu sudah kecil,” kata Basar (43), mantan Kades Tuguk, kemarin (31/3).

Dikatakannya, untuk mengatasi masalah abrasi tersebut, masyarakat mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk dapat melakukan pembangunan pengamanan bibir sungai luas dengan pemasangan bronjong guna menghindari kerugian yang lebih fatal. Juga lama-lama masyarakat akan akan kehilangan lahan dan jalan menuju perkebunan itu bisa menyempit.



“Sekarang ini tinggal pohon yang tumbuh dipinggiran sungai, tapi lama-lama pohon itu habis karena abrasi ini pantai sungai itu,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Luas Indra Jaya S pd mengakui jika warga desanya itu sering mengeluhkan soal abrasi sungai makin parah tersebut. Untuk itu, ia berharap kepada pihak-pihak terkait dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum untuk secepatnya membangun pengaman sungai seperti yang telah dilakukan sungai Nasal saat ini. “Sebenarnya permasalahan ini sudah lamai terjadi, tapi sampai kini belum ada tindak lanjutnya. Padahal hampir setiap tahun kita usulkan ke pemerintah,”ujarnya.

Ditambahkannya, pohon kelapa yang berada ditepi sungai Luas juga sudah tidak mampu menahan terjangan air laut saat cuaca buruk seperti sekarang ini. Menanam pohon baru efektif setelah tanggul bronjong dibangun. Untuk itu aspirasi ia berharap pemerintah bisa mengatasi masalah ini sehinga tidak lagi terjadi abrasi. “Sekarang ini kami hanya kepada pemerintah dapat mengatasi masalah ini, dan jangan sampai lebih parah lagi,” harapnya.(618)