ABG Sari Bulan Vs Air Dikit Tawuran

AIR DIKIT,BE – Puluhan anak baru gede (ABG) asal Desa Sari Bulan dan Air Dikit Kecamatan Air Dikit Kabupaten Mukomuko terlibat tawuran. Akibat tawuran tersebut sejumlah ABG asal dua desa tersebut mengalami pecah bibir dan ada juga yang keningnya bengkak.
Peristiwa itu terjadi Rabu sore ( 22/8), berawal belasan ABG asal Sari Bulan dan 2 orang ABG asal Air Dikit tengah nongkrong di salah satu jalan lintas barat (Jalinbar) tepatnya di salah satu jembatan di Air Dikit. Pada saat itu ABG asal Sari Bulan ini menggoda dan mengganggu perempuan yang tengah melintas yang kemudian mendapat teguran dari para pemuda Air Dikit. Belasan ABG asal Sari Bulan tersebut tidak terima sehingga terjadi adu mulut. 2 orang ABG Air Dikit pun meninggalkan TKP. Dan selang beberapa menit ABG asal dua desa itu bertemu lagi di Pantai Air Dikit. Kemudian terjadi baku hantam dan saling pukul dengan menggunakan tangan kosong. Untung kejadian tersebut cepat diketahui pihak desa, kecamatan, kepolisian dan babinsa. Dan akhirnya perkelahian tersebut dapat dihentikan. “Awalnya hanya masalah sepele. Terjadinya tawuran itu dikarenakan ABG asal 2 desa tersebut hanya ikut-ikutan saja. Karena melihat sesama rekanya berkelahi sehingga yang lainnya pun ikut membantu sehingga terjadilah tawuran yang menyababkan sejumlah ABG baik itu dari Desa Air Dikit dan Sari Bulan mengalami luka robek pada bibir, bengkak pada kening,” jelas Camat Air Dikit Syarifudin ketika dikonfirmasi BE kemarin. Disampaikan Syarifudin, pihaknya beserta kepala desa sudah berusaha menyelesaikan permasalahan itu secara kekeluargaan. Dan surat perdamaian pun sudah ditandatangani bersama. Namun sekitar pukul 19.00 WIB, warga asal Desa Sari Bulan atas nama Andika yang terkena pukulan beserta warga lainnya kembali tidak menerima atas kejadian tersebut. Hal ini dikarenakan diduga yang melakukan pemukulan terhadap Andika tersebut bukan ABG asal Air Dikit melainkan oknum anggota TNI yang masih melakukan pendidikan. Puluhan warga Sari Bulan pun mendatangi rumah oknum Anggota TNI tersebut, sehingga malam itu Camat bersama kepala desa dan pihak-pihak terkait kembali melakukan antisipasi supaya peristiwa tawuran tersebut tidak kembali memanas. Selanjutnya Camat dan Kades dan pihak-pihak terkait langsung menuju ke rumah orang tua oknum anggota TNI yang berinisial Ek tersebut. Pada kesempatan itu pula pihaknya langsung menanyakan kepada orang tua yang bersangkutan. Dan orang tua dari oknum TNI tersebut membantah jika anaknya pergi ke pantai dengan menggunakan baju dinas. “Saat itu orang tua anggota TNI itu membantah jika anaknya terlibat tawuran itu, termasuk menggunakan baju dinas,” ujar Syarifuddin. Sementara itu Danramil Kota Mukomuko Kapten Inf Ahmad Yudi ketika dihubungi BE membantah jika ada keterlibatan oknum anggota TNI yang saat ini tengah menjalankan pendidikan. “Tidak benar itu Dik, bukan Ek yang saat ini tengah melakukan pendidikan dan saat ini yang bersangkutan pun sudah kembali ke Lahat untuk melanjutkan pendidikannya. Saya menilai itu salah orang, bukan Ek oknum anggota TNI kemungkinan Ek lainnya,” singkat Danramil. (900)