AAUI Bengkulu Percepat Penetrasi Produk Asuransi

DEWI/Bengkulu Ekspress Kehadiran AAUI di Bengkulu diharapkan mampu memperkuat Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) di Provinsi Bengkulu
DEWI/Bengkulu Ekspress Kehadiran AAUI di Bengkulu diharapkan mampu memperkuat Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) di Provinsi Bengkulu

 

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu mengapresiasi positif terkait kehadiran Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Provinsi Bengkulu. Kehadiran AAUI di Bengkulu diharapkan mampu memperkuat Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) di Provinsi Bengkulu serta mampu mempercepat pengenalan produk asuransi pada masyarakat serta menyelesaikan permasalahan terkait asuransi secara bersama-sama di Provinsi Bengkulu.

Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Yan Syafri mengatakan, pihak OJK mensuport secara penuh akan kehadiran AAUI di Bengkulu. Pihaknya menilai dengan adanya AAUI maka mampu menyelesaikan permasalahan terkait dengan asuransi secara bersama-sama.

“Kehadiran AAUI sangat positif, selain memperkuat FKIJK juga bisa membantu mengatasi permasalahan yang ada di Bengkulu ini,” ujar Yan kemarin (18/10).

Yan juga mengungkapkan, pihaknya berharap kepada seluruh pengurus AAUI yang baru dilantik dapat saling menjaga integritas antara satu anggota maupun dengan stakeholder terkait termasuk masyarakat. “Saat ini perusahaan Asuransi yang tergabung dengan AAUI merupakan Asuransi yang memiliki integritas jadi harus saling menjaga satu sama lain,” ungkap Yan.

Dijelaskan Yan, selama ini pihak OJK telah berupaya melakukan literasi terkait asuransi kepada masyarakat, dimana OJK juga sudah membentuk agen literasi untuk masyarakat di beberapa Universitas di Bengkulu. “Kami terus menggencarkan upaya pemahaman akan pentingnya asuransi kepada masyarakat Bengkulu,” jelas Yan.
Terakhir Yan mengatakan, pihaknya berharap kedepan AAUI dapat bersinergi bersama OJK untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada hingga mendorong semakin meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap industri keuangan terutama asuransi. “Kami berharap AAUI bisa bersinergi dengan kami untuk memberikan pemahaman lebih baik ke masyarakat terkait industri keuangan,” tukas Yan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Pusat, Achmad Sudiyar Dalimunthe mengatakan, asuransi adalah bagian penting bagi industri jasa keuangan. AAUI bisa bekerjasama dengan masyarakat dalam menyediakan peransuransian.

“Saat ini ada 81 perusahaan asuransi dan ada 2 lagi yang sedang mengajukan diri bergabung dengan AAUI. Target kami kedepan AAUI bisa meningkatkan Penetrasi Asuransi dan Literasi Asuransi di Indonesia,” ujar Achmad.
Dikatakan Achmad, sebelum ada OJK, literasi masyarakat terhadap asuransi hanya 8 persen dan sekarang setelah OJK gencar melakukan literasi terjadi peningkatan menjadi 16 persen.

“Pihak AAUI pusat mendorong penuh berkembangnya AAUI di daerah terutama di Bengkulu yang merupakan cabang AAUI ke 34. Sekarang literasi masyarakat terhadap asuransi semakin meningkat,” tutur Achmad.

Achmad menilai, dulunya kebanyakan masyarakat menilai asuransi adalah bentuk penipuan, tetapi sekarang pemahaman akan asuransi sudah semakin baik. Hal ini merupakan sinyal positif bagi perasuransian di Indonesia khususnya Bengkulu. “Kami akan membuat Asuransi membumi di Indonesia termasuk di Bengkulu,” terang Achmad.

Achmad juga mengungkapkan, AAUI berencana membangun Fintech AAUI Checking untuk mendeteksi Fraud seperti nasabah bermasalah atau sumberdaya manusia yang tidak bagus. AAUI dan OJK merintis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) agar seluruh sumberdaya manusia perusahaan Asuransi terstandar dengan baik.

“Rencana Fintech AAUI Checking ini bertujuan agar seluruh sumberdaya perusahaan asuransi seperti Manager Claim, Manager Keuangan, dan karyawan asuransi benar-benar terstandar,” ungkap Achmad.

Terakhir Achmad mengucapkan terimakasih atas kerjasama OJK yang sangat mendorong untuk majunya peransuransian di Bengkulu. Sinergi ini diharapkan akan tetap terbangun di masa depan. “OJK sudah banyak membantu, untuk itu kami sangat berterima kasih dan berharap kerjasama ini terus terjalin,” tutup Achmad.
Sementara itu, Ketua FKIJK Bengkulu, H Agusalim SE mengatakan, Masyarakat sangat memerlukan asuransi. Agus menilai jika masyarakat memahami asuransi maka akan membuat industri asuransi semakin meningkat. Peningkatan ini juga akan berpengaruh pada perekonomian Bengkulu. “Semoga dengan dibentuknya AAUI bisa semakin memperkuat FKIJK di Provinsi Bengkulu. Silahturahmi kita membangun FKIJK semakin optimal,” singkat Agus.

Ketua AAUI Bengkulu, Jon Muklis mengatakan, Industri Asuransi di Bengkulu masih tertinggal dengan provinsi lain seperti Batam dan Riau. Untuk itu AAUI menjalin kerjasama dengan banyak instansi dan berperan terus salam mendukung setiap kegiatan OJK agar asuransi di Bengkulu semakin berkembang.

“Semua ini sebagai langkah awal literasi keuangan. Ke depan akan didorong berdirinya asuransi keuangan syariah pertama kali berkantor di Bengkulu. Kami berharap asuransi di Bengkulu bisa berkembang dan lebih maju,” tukasnya.(999/krn)