95 Mahasiswa, 32 Aparat Terluka

1
RIO/BE
AKSI: Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bengkulu yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Raflesia melakukan aksi “Tuntaskan Reformasi” yang berisikan penolakan sejumlah RUU yang bermasalah dan tuntutan penyelesaian isu nasional bersifat darurat di depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa (24/9).

Kembali Turun ke Jalan Jika Tuntutan Tak Dipenuhi

BENGKULU, Bengkulu Ekspress -Aksi ribuan mahasiswa menolak pengesahaan Rancangan Undang-Undang (RUU) di depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu menjadi ricuh. Diduga ada oknum memprovokasi, darikerumunan mahasiswa dengan melempar batu ke arah aparat kepolisian.Lemparan tersebut dibalas dengan tembakan gas air mata.

Demo yang damaipun berubah menjadi anarkis. Setidaknya ada sekitar 95 orang mahasiswa menjadi korban dan sekitar 32 orang aparat keamanan luka berat dan ringan, akibat rusuh yang terjadi kurang dari satu jam sekitar pukul 14.00 WIB itu.

“Secara pendataan kami masih proses, berapa yang luka-luka,” terang Kapolres Bengkulu, AKBP Prianggodo Heru Kun Prasetyo SIK kepada BE, usai demo mahasiswa di depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, kemarin (24/9).

Dari puluhan mahasiswa yang terluka itu, 3 orang pingsan dan sekitar 36 orang dilarikan ke klinik Pratama hygea Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan Rumah Sakit (RS) M Yunus Bengkulu, akibat terkena gas air mata dan kelelahan.
Dari aparat keamanan, 2 luka berat yaitu Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polres Bengkulu AKP Dista Nali Putra mengalami luka di kening akibat lemparan batu dari mahasiswa yang diduga provokasi. Kemudian atas nama Bripda Aldi Wardana anggota Dit Samapta Polda Bengkulu mengalami luka pada mata kiri akibat lemparan batu dari massa.”Kabag Ops kita tadi juga luka,” paparnya.

Tidak hanya itu, demo ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Bengkulu itu, menyebabkan satu mobil dinas (Mobnas) Lantas Polres Bengkulu Nomor Polisi 1140 XXVII rusak, akibat di lempari batu oleh massa.Heru menegaskan, kerusakan mobnas polisi itu akan dilakukan perbaikan sendiri. “Mobil sudah kita amankan dan akan kita perbaiki,” tambah Kapolres.

Demo yang berujung rusuh itu, terjadi lantaran adanya provokator yang menyusup ke dalam kerumunan massa untuk pelemparan batu, menyerang petugas yang berada di depan Gedung DPRD Provinsi. Dari pantauan BE, di lapangan ricuh bermula saat Kabagops Polres Bengkulu terkena lemparan batu. Aparat akhirnya melakukan tembakan gas air mata dan semprotan air Water Cannon Polisi, untuk membubarkan massa.

Lemparan batu yang juga mengenai wartawan, akhirnya berhasil diredam, setelah hampir satu jam berjalan. Demo kembali dilanjutkan oleh ribuan mahasiswa dengan tertib. “Massa yang besar pasti ada provokasi-provokasi,” ungkap Heru.

Massa dari mahasiswa yang awalnya berhamburan pasca bentrok kembali merapatkan barisan, meminta anggota DPRD Provinsi Bengkulu untuk keluar dari gedung bertemu di jalan. Atas desakan itu, sekitar 9 anggota DPRD Provinsi akhirnya mengakomodir untuk bertemu dengan ribuan mahasiswa yang dikawal ketat oleh aparat keamanan.

Para mahasiswa mendesak dewan untuk melakukan perleman jalanan, untuk memutuskan dan mendukung penuh atas 7 poin tuntutan mahasiswa.

Sidang paripurna di tengah jalan itu akhirnya dilakukan oleh anggota dewan sambil duduk di aspal dihadapan ribuan mahasiswa.

Sidang paripurna itu langsung dipimpin oleh Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, H Suharto MBa dan mengesahkan dengan ditandai ketokan palu pada 7 poin tuntutan. “Setelah ini kami akan kawal, untuk ditandaklanjuti oleh anggota dewan. Jika tidak diakomodir yang sudah disepakati tadi, kami jamin akan ada aksi lanjutan,” terang Korlap Aksi, Salerendo Adna.

Terkait bentrok dengan aparat keamanan, Adna mengakui banyak korban dari mahasiswa. Tidak hanya mahasiswa laki-laki, tapi juga perempuan. Para mahasiswa mengecam atas tidakkan bentrok yang terjadi dengan aparat keamanan. “Kami ini sambung lidah rakyat. Kalau kami dilakukan tindakan sewenang-wenang, bagaimana dengan masyarakat biasa, akan disengsarakan lagi,” ujarnya.



Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, H Suharto MBa mengatakan, atas putusan yang disaksikan bersama dengan para mahasiswa itu sudah sejalan dengan wakil rakyat. Tinggal lagi, tuntutan itu nantinya bisa menunda terlebih dahulu RUU yang akan disahkan oleh DPR RI. “Intinya kami sudah sejalan dengan apa yang diharapkan dengan mahasiswa,” ujar Suharto.

Atas tuntutan yang diberikan itu, DPRD Provinsi akan segara mingirimkan aspirasi mahasiswa itu ke DPR RI dan Kemendagri. Agar nantinya bisa ditindaklanjuti. “Tentu aspirasi ini akan segara kami sampaikan ke pemerintah pusat,” tutupnya.

Tidak hanya aksi dari ribuan mahasiswa ini saja, namun hari ini (25/9), direncanakan akan ada aksi kembali yang akan digelar oleh BEM Nusantara yang ada di Provinsi Bengkulu. Aksi juga akan dilakukan di depan DPRD Provinsi Bengkulu. (151)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*