9 Imigran Gelap Diamankan

BENGKULU, BE – Bengkulu kembali menjadi lokasi transit imigran gelap. Kemarin (13/6), 9 imigran yang diduga asal Afganistan berhasil diamankan kepolisian. Ke-9 imigran tersebut ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda. Penangkapan pertama dilakukan di kawasan Mall Puncak Kabupaten Kepahiang yang berhasil menjaring 3 imigran. Kemudian 6 imigran lainnya terjaring di Bandara Fatmawati Kota Bengkulu. Penemuan imigran gelap tersebut kali pertama diketahui dari peristiwa laka lantas di Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Tempel Rejo kecamatan Curup Selatan. Mobil travel berwarna putih BD 1196 TKQ bermuatan lima imigran gelap menabrak tiang listrik tidak jauh simpang Muhamadiah Tempel Rejo sekitar pukul 06.30 WIB kemarin. Sopir kendaraan naas Pedro Sanopi (29) diamankan polisi. Sedangkan lima imigran gelap melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kendaraan lain. Polisi yang mengetahui kejadian laka lantas lansung menuju lokasi kejadian. Mengetahui penumpang mobil naas tersebut merupakan warga negara asing Sat Lantas Polres RL lansung berkoordinasi dengan Polres Kepahiang. “Tiga imigran diamankan di Mall Puncak kabupaten Kepahing menggunakan mobil inova travel. Dua lagi belum diketahui keberadaannya,” tutur Kapolres Rejang Lebong AKBP I Ketut Yudha Karyana SIK melalui Kasat Lantas AKP Ruri Roberto didampingi Kanit Laka Ipda Panehan WS. Saat dialamkan polisi, ketiga imigram mengaku tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa inggris. Hal itu menyusahkan polisi meminta keterangan ketiga imigram. Ketiganya mengaku bernama Malik (43) Tamzan (40) dan Yakup (33). “Kecelakaan berasal ketika mobil dari Riau melewati Curup hendak menuju Bengkulu, melaju dengan kecepakan tinggi. Sehingga terjadi kecelakaan tunggal,” terang Panehan. Sementara itu, ketiga imigran gelap hingga kemarin diamankan di Sat Reskim Polres RL untuk kepentingan penyelidikan. Beredar informasi, para imigram gelap memiliki rencana untuk bertemu di Danau Dendam Tak Sudah di Kota Bengkulu.

Mau Tumpangi Pesawat

Hasil tangkapan di Rejang Lebong dikoordinasikan ke Polres Bengkulu. Hasilnya 6 imigran berhasil digagalkan saat akan kabur ke Jakarta melalui Bandara Fatmawati. Ke-6 imigran itu diketahui bernama Sajid Bin Sin, Sajid Bin Abdul Hasan, Makbi Bin Housen, Amjad Bin Ali Abas, Hamidah, dan Bisarad Bin Mujahid. Belum diketahui pasti sejak kapan mereka berada di Provinsi Bengkulu. Mereka berhasil tertangkap tangan jajaran Polres Bengkulu saat akan membeli tiket pesawat di bandara. Diungkapkan Kasat Intelkam Polres Bengkulu, AKP PM Amin SAg didampingi Kapolsek Selebar, AKP Restu Wijayanto mengamankan keenam imigran tersebut sekitar pukul 17.00 WIB. “Informasi tersebut kita dapatkan dari laporan Polres Rejang Lebong. Lalu kita langsung mengecek informasi tersebut di bandara. Kita tidak tahu pasti melalui mana mereka masuk. Namun yang jelas informasinya mereka dari Curup,” katanya. Dilanjutkannya, setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, keenam imigran itu dihubungi seseorang bernama David. Tanpa diketahui pasti, David yang dikira tinggal di Bengkulu justru melakukan komunikasi dari Kota Pekanbaru, Riau. Atas kendala bahasa, pihak kepolisian tidak bisa menggali informasi lebih lanjut, terhadap keenam imigran asal Timur Tengah ini. “Kita juga sulit menggali informasi karena kendala bahasa. Namun mereka menunjukkan rasa ketakutan ketika bercerita mengenai negara mereka yang terus dilanda peperangan,” tukasnya. (160/999)