895 Dukungan Dicoret

SEBANYAK 895 dukungan berupa foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang berasal dari Kelurahan Bentiring, dicoret. Karena dukungan tersebut bermasalah seperti dukungan ganda, berasal dari kelurahan lain, pendukungnya berstatus sebagai PNS, TNI Polri yang masih aktif, dan ada pemberi dukungan telah meninggal dunia. Hal ini disampaikan anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah (Panwaslukada) Kota Bengkulu bidang pengawasan, Ir Sugiharto kepada BE, kemarin. “Berdasarkan temuan kami di lapangan, bahwa ada 895 dukungan di Kelurahan Bentiring yang bermasalah dan langsung dilakukan pencoretan oleh PPS,” ujarnya. Ia menjelaskan, bahwa jumlah dukungan KTP di Kelurahan Bentiring sebanyak 3.706, namuan dalam dukungan calon perorangan ini ditemukan sebanyak 4.601 lembar dengan jumlah dukungan bermasalah sebanyak 895 dukungan untuk 7 pasangan balon walikota dan wakil walikota. “Dukungan yang diberikan oleh PNS, TNI dan polri dianggap sah jika mereka telah memasuki usia pensiun, namun jika masih masih aktif maka langsung dilakukan pencoretan atas dukungan tersebut,” sampainya.Terkait dukungan yang berasal dari PNS, TNI dan Polri yang masih aktif, maka akan dijerat dengan PP nomor 53 tentang disiplin PNS. “Bagi PNS, TNI Polri yang terlibat dalam memberikan dukungan atau bertindak sebagi tim kampanye akan kami ditelusuri, kalau mengaku sudah pensiun maka akan diminta SK pensiunnya. Namun bagi yang belum pensin ikut kampanye merupakan sebuah pelanggaran sesuiai dengan PP nomor 53 tentang disiplin seorang PNS,” ujarnya. Bagi PNS tersebut, lanjutnya, bisa dikenakan sanksi administratif, dan akan dilaporkan ke Korpri, sehingga ditindak oleh sekda sebagai pimpinannya masing-masiung. “Jika kedapatan, PNS tersebut akan diberi peringatan terlebih dahulu, namun jika tidak mengindahkan peringatan tersebut maka akan ditindak oleh Sekda,” pungkasnya.(400)