88 Persen CJH Kantongi Paspor


ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Sebanyak 88 persen dari 202 Calon Jamaah Haji (CJH) dari Kabupaten Bengkulu Utara sudah memiliki paspor untuk persiapan keberangkatan menuju Tanah Suci Mekkah tahun 2018 ini. Namun, untuk pengurusan paspor ini dilakukan secara pribadi oleh masing-masing CJH.

‘’Sudah 88 persen Calon Jamaah Haji kita sudah mengurusi paspor. Pengurusan itu dilakukan secara pribadi yang bersangkutan di kantor Imigrasi, tapi petugas dari Kemenag Bengkulu Utara tetap mendampingi,’’ ujar Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Bengkulu Utara , H. Heriansyah, S.Ag kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (18/1).

Heriansyah menjelaskan, selain kepengurusan paspor, CJH Bengkulu Utara juga sudah mulai melakukan manasik haji. Hal itu untuk mengisi kekosongan waktu dan tambahan wawasan bagi para jamaah yang akan berangkat. Karena, waktu keberangkatan semakin mendekat.

‘’Kita juga melakukan manasik haji secara mandiri. Kegiatan ini tidak dipungut biaya. Untuk pemateri kita ambil dari tenaga-tenaga yang ada di Kantor Kemenag Bengkulu Utara,’’ ungkapnya.

Disamping itu, Heriansyah menyampaikan kegiatan manasik haji mandiri tidak menghilangkan manasik haji yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara dan Kanwil Kemenag. Artinya, manasik haji mandiri ini agar para CJH lebih siap saat menunaikan rukun Islam ke 5 ini.

‘’Nanti juga ada manasik haji dari pemerintah daerah dan kanwil kemenag,’’ terangnya.

Disinggung mengenai tambahan kuota haji, Heriansyah mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi adanya tambahan kuota. Untuk itu, jumlah CJH yang akan berangkat tahun 2018 dari Kabupaten Bengkulu Utara masih sebanyak 202 orang, dengan umur yang cukup bervariasi, mulai dari usia 30 tahun hingga 80 tahun ke atas.

‘’Sebelumnya jumlah jamaah sebanyak 198 orang. Ditahun 2017 kita mendapatkan tambahan 20 persen atau 4 orang, sehingga kuotanya menjadi 202 orang,’’ tuturnya.

Sedangkan, untuk waiting list (daftar tunggu) jamaah di Bengkulu Utara mencapai 10 tahun. Jika mendaftar tahun 2018 ini, akan berangkat haji tahun 2028 mendatang. Untuk itu, ia menyarankan masyarakat yang tergolong mampu agar mendaftar haji sejak usia muda.

“Untuk waiting list, sudah mencapai 10 tahun. Makanya kita anjurkan masyarakat untuk daftar haji sejak dini agar dapat menunaikan ibadah haji lebih khusyuk,’’ pungkas Heriansyah. (816)