87 Lansia Terima Bantuan Dari Pusat


ERICK/BE – CAIRKAN : Para lansia ketika mencairkan bantu LU tahap pertama di kantor Dinas PMDS Kabupaten Lebong kemarin.

Sebesar Rp 2,4 juta Per Setahun

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Dari total 4.600 masyarakat lanjut usia (lansia) yang ada di kabupaten Lebong, hanya 87 orang Lansia yang menerima realisasi bantuan Bertujuan Lanjut Usia (Bantu LU) dari Kementrian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) di tahun 2019 ini dengan total bantuan Rp 2,4 juta yang dibagikan sebanyak 2 tahap di tahun 2019.

Kepala Bidang Sosial Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (Dinas PMDS) Kabupaten Lebong, Jimi Tri Susilo SSTPi, mengatakan bahwa untuk penyaluran bantuan sendiri, untuk tahap pertama lansia selaku penerima bantuan diberikan sebesar Rp 1,2 juta.

“hari ini (kemarin) untuk bantuan telah kita serahkan kepada seluruh lansia penerima,” jelasnya, kemarin (19/08).

Sementara untuk penyaluran bantuan tahap ke II nantinya akan diserahkan pada akhir tahun 2019 mendatang. Dimana untuk penyaluran bantuan sendiri melalui bank nasional Indonesia (BNI) yang sebelumnya telah ditunjuk pemerintah pusat sebagai pihak perbankan dalam melakukan penyaluran bantuan. “Karena kantor BNI cabang Lebong belum ada di Kabupaten Lebong, untuk itulah kita meminta kepada BNI cabang Curup untuk datang dalam melakukan pencairan bantuan,” sampainya.



Sementara ketika ditanya kenapa hanya 87 Lansia yang mendapatkan bantuan dari total 4.600 lansia yang ada di Kabupaten Lebong, Jimi menjelaskan bahwa memang untuk penerima bantuan di Kabupaten Lebong saat ini masih sedikit, namun hal tersebut sesuai dengan SK penerima yang diserahkan pihak Kemensos RI kepada pihaknya. “Sebelumnya kita telah menyampaikan usulan penambahan penerima, tetapi belum diakomodir dari kemensos,” ujarnya.

Dimana untukbantuan yang diberikan kepada lansia, pihak Kemensos melihat kondisi lansia itu sendiri, salah satunya untuk kondisi lansia semuanya telah bengantung dengan keluarga atau dengan kata lain sudah tidak mampu lagi untuk mencari nafka atau yang lainnya. “Jadi untuk kreteria, bukan hanya karena seseorang dianggap lanisa, namun ada penilaian lain dari Kemensos,” ucapnya.(614)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*