800 Ha TNKS Direboisasi

antarafoto_0TAHUN ini pihak berwenang di taman nasional kerinci sebelat (TNKS) wilayah III Sumatera Selatan dan Bengkulu berencana mereboisasi sekitar 800 hektar kawasan TNKS yang rusak oleh perambahan, diantaranya di wilayah Bukit Batu dan Kasie Kasubun Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT).

“Proses penanaman tidak secara merata, namun kita lihat kawasan yang mengalami kerusakan. Perkiraan kita ada sekitar 800 hektar yang rusak oleh perambahan,” tutur Kabid TNKS wilayah III Sumsel-Bengkulu Ir Donal Hutasoit, kepada wartawan di ruang kerjanya Selasa, (5/2).

Bibit pohon yang akan ditanam, sambung Donal, disesuikan dengan jenis pohon yang di curi oleh perambah hutan. Seperti kayu meranti, yang banyak sudah hilang. “Bibit akan disuplay dari Bapedas provinsi Bengkulu, yang menjadi kegiatan provinsi yang diusulkan TNKS. Sebenarnya yang kita usulkan untuk direboisasi sebanyak 2.400 hektar,” kata Donal.

Untuk pelaksanaan reboisasi tersebut, hingga saat ini masih dalam tahap koordinasi. “Kita ingin hal ini bisa dilaksanakan dengan cepat, namun mudah-mudahan tahun ini kegiatan tersebut akan dilaksanakan. Karena kerusakan hutan di wilayah TNKS sudah menghawatirkan dimana luas kerusakan sudah ribuan hektar,” terang Donal.

Di bagian lain, menanggapi kegiatan perambahan yang terjadi, Donal mengakui kalau di wilayah TNKS cukup banyak potensi kekayaan alam yang menjadi sasaran perambahan, karena ada jenis kayu yang memiliki nilai cukup tinggi. “Bukit batu dan Kasie Kasubun merupakan wilayah yang cukup banyak tersimpan kayu jenis meranti, sehingga cukup sering dimasuki perambah,” tutur Donal.

Untuk upaya mengusir perambah, Donal mengaku sudah berulang kali melakukan pendekatan dengan perangkat desa dan kecamatan untuk perinzinan mengambil kayu. “Kami minta pihak desa lebih hati-hati dalam memberikan izin penjualan kayu, karena terindikasi kayu yang ada diambil masyarakat tersebut berasal dari wilayah TNKS.” pungkas Donal. (999)