80% Lahan Tambak, Rusak

RATU SAMBAN, BE – Ratusan  hektar tambak  udang dan ikan bandeng di kawasan Padang Serai, Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu, rusak parah.  Akibatnya  para petani tak bisa melakukan budidaya  udang dan ikan bandeng sejak tahun 2000  lalu.  Kerusakan tambak itu diakibatkan bencana  banjir yang hampir setiap tahun melanda kawasan pesisir itu.

Penyuluh pertanian tambak undang dan ikan bandeng,  Tarzan Zani diamini para petani tambak lainnya menuturkan,  kawasan tambak di Kota Bengkulu terbagi dalam tigas kawasan yakni, Padang Serai, Kandang dan  Bangkahan Teluk Sepang Kota Bengkulu.

Ketiga kawasan itu sebelum tahun 2000 merupakan kawasan  penghasil udang dan bandeng dan mampu memenuhi permintaan  hingga dipasarkan hingga keluar Kota Bengkulu.  Namun sejak terjadi gempa besar di tahun 2000,  disertai  peristiwa banjir tahunan, menyebabkan  lokasi tambak rusak parah. Tanggul tambak jebol akibat  kebanjiran dan air   laut pasang.  “Banjir terjadi dua kali dalam setahun,  hampir dua kali banjir, akibatnya  tanggul yang dibuat warga secara tradisional  itu  jebol,” katanya.

Untuk perbaikan membutuhkan  sedikitnya  dana Rp 15 jutaan/hektar.  Akibatnya lahan seluas 100 hektar yang menjadi sumber pendapatan sedikitnya bagi 150 kepala keluarga di kawasan Padang Serai, 80 persennya sudah tidak berfungsi.

Kelompok tani sudah mengusulkan permasalahan  ini ke Dinas Kelautan dan Perikanan, namun  belum ada respon.  DKP, kata Tarzan  mestinya  tanggap atas permasalahan yang dialami  para petambak, karena jika dibiarkan, maka akan berakibat pengalihan fungsi lahan menjadi areal perkebunan  kelapa sawit.  “Sudah  beberapa persen warga sudah mulai melakukan penanaman sawit di areal tambak, ” katanya.

Ia berharap,   pemerintah dan kelompok tani   secepatnya dapat mencari solusi untuk mengatasi permasalahan   para petani   tambak, segera mengucurkan anggaran perbaikan lahan tambak, khususnya pembuatan tanggul pengaman   tambak. (247)