8 Ton Ikan Hanyut

URAM JAYA, BE- Banjir yang melanda Desa Lemeu dan sekitarnya, Senin (6/2) lalu membuat sekitar 150 hektar lebih kolam warga yang berisi 8 ton ikan yang siap panen hanyut terbawa banjir. Akibatnya para petani di D
esa Lemeu dan sekitarnya mengalami gagal panen. Kondisi itu membuat mereka mengalami kerugian hingga mencapai puluhan juta.
Hal ini diungkapkan Kepala Desa Lemeu Harnolis kepada wartawan, Rabu (8/2). “Sekitar 450 KK warga Desa Lemau kehilangan ikan yang sudah di terbar sejak Bulan desember 2011 yang lalu dan saat ini sudah siap panen. Bulan Desember lalu warga menebar Ikan di kolamnya masing-masing, bibit ikan yang ditebar di kolam warga ini mencapai 8 ton. Bisa dikatakan seluruh kolam warga,pada saat banjir kemarin tergenang air hingga ikan yang ada di kolam tersebut lepas ke sungai Ketahun,” jelas Harnolis.
Dikatakan Harnolis, banjir itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan rumah. Desa Lemeu dan sekitarnya memang rawan terhadap banjir, sebab dalam setahun banjir dapat melanda wilayah tersebut hingga tiga kali. Namun kejadian bajir kemarin merupakan banjir yang terbesar.
“Memang sejak dulu Desa Lemeu ini selalu terjadi banjir terutama ketika hujan deras sehingga Air Uram yang persis berada di pinggir desa meluap. Rata-rata warga di sini sudah mengantisipasi kejadian banjir ini dengan meninggikan lantai rumah mereka maupun memasang tembok pagar di sekeliling rumah. Tapi banjir kemarin merupakan banjir terbesar yang terjadi dalam setahun terakhir ini, kalau biasanya banjir hanya sebatas lutut kaki saja tapi kemarin banjir hampir mencapai pinggang orang dewasa,” kata Harnolis.
Harnolis berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Lebong seperti bantuan bibit ikan untuk para petani yang mengalami kerugian akibat banjir tersebut. Sebab rata-rata mata pencaharian warga di Desa Lemeu tersebut sebagian besar petani padi dan Kolam ikan. “Saya berharap adanya bantuan untuk warga saya seperti bantuan bibit ikan agar para petani di Desa Lemeu dapat menebar bibit ikan kembali di kolamnya masing-masing,” pungkas Harnolis. (777)