7,5 Hektar Sawah Gagal Panen

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Pasca banjir dua hari yang lalu tidak hanya merendam rumah warga. Tetapi juga merusak jembatan, irigasi dan sebanyak 7,5 hektar lahan sawah mengalami gagal panen.  Menurut Bupati Kepahiang, Dr Ir Hidayaattulkah Sajahid MM IPU, semua kerusakan akibat banjir di wilayah Kabupaten Kepahiang ini akan didata terlebih dahulu.

“Kita belum mendata apa-apa saja yang rusak, selain merendam rumah warga, juga banyak jembatan, irigasi, sawah, kopi kolam ikan dan lain sebagainya yang rusak. Kerusakan ini akan kita data terlebih dahulu untuk menyampaikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),”ungakp Bupati.

Diakuinya, selama bancana banjir ini pihaknya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang dan BPBD Kabupaten Kepahiang fokus pada penyelamatan. Sementara jumlah kerusakan hingga saat masih dalam pendataan.  “Nanti semua data kerusakan dan kerugian yang dialami masyarakat ini akan kita sampakan ke BNPB melalui Pemerintah Provinsi Bengkulu. Kemarin kita fokus pada penyelamatan terlebih dahulu,” terangnya.



Dia juga tidak menampik, bahwa banyak jembatan, irigasi dan jalan yang rusak akibat bencana banjir ini. Diantaranya, jembatan di Desa Tebat Monok satu-satunya jembatan penghubung Kabupaten Kepahiang-Bengkulu. Jembatan sungai Musi dan iirigasi lainnya.

“Semua jumlah kerusakan mulai dari jembatan, jalan, irigasi dan kebun petani nanti akan kita laporankan ke BNPB. Sekarang BPBD kita masih melakukan proses pendataan, kita belum mengetahui data ril berapa jumlah kerugian dan kerusakan di wilayah Kabupaten Kepahiang, masih didata,”demikian Bupati.(320)