73 Ton Bibit Padi Disalurkan ke Petani Benteng


Bakti/BE
TANAM : Petani sawah di Desa Sri Kuncoro, Kecamatan Pondok Kelapa saat melakukan penanaman padi secara bersama atau bergotong royong, Rabu (17/2).

BENTENG, bengkuluekspress.com– Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) RI memberikan perhatian kepada para petani sawah di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Menjelang musim tanam padi pertama ditahun 2022, Kementan menyalurkan bantuan berupa bibit unggul agar dapat digunakan para petani. Perhitungannya, setiap hektare (Ha) diberi bantuan sebanyak 25 kilogram (Kg).
“Secara keseluruhan, total bantuan bibit padi yang diterima oleh petani di Kabupaten Benteng sebanyak 73 ton,” ungkap Kepala Dinas Pertanian (Distan) Benteng, Drs Supawan Said, melalui Kasi Produksi Tanaman Pangan, Ahlan Ternati.
Dikatakan Ahlan, penyaluran bantuan dilakukan melalui Pemerintah Provinsi Bengkulu. Sehingga, Kelompok Tani (Poktan) hanya menerima bibit yang sudah siap untuk disemai.
“Semua sudah disalurkan dan disemai. Bahkan, sebagian besar sudah memulai masa tanam padi,” ungkap Ahlan.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh (Korluh) Wilayah Kecamatan Pondok Kelapa, H Slamet mengaku, bibit yang diterima petani merupakan benih unggul, jenis Ciherang. Dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan, padi sudah bisa dipanen.
“Dari 660 Ha sawah di wilayah Kecamatan Pondok Kelapa, 515 Ha sudah ditanami padi. Insya Allah, awal bulan Mei 2021 sudah memasuki masa panen,” akunya.
Jika tak ada kendala, baik itu berupa bencana alam ataupun serangan hama, Slamet mengungkapkan, para petani bisa mendapatkan hasil yang memuaskan dari bibit bantuan pemerintah. Rata-rata, hasil panen mencapai 5,2 ton gabah kering panen (GKP) setiap musim panen.
“Biasanya, bantuan hanya diberikan 1 kali dalam setahun. Sehingga, para petani harus menyisihkan sebagian gabah untuk dijadikan bibit agar dapat digunakan saat masa tanam kedua nanti,” tandasnya.(135)