73 Stupa Candi Borobudur Ditutup Plastik

penutupan stupaSebanyak 73 stupa termasuk stupa induk Candi Borobudur ditutup dengan kain khusus (tarpaulin) sejak Kamis (10/1). Selain sebagai simulasi menghadapi ancaman hujan abu Gunung Merapi, pemasangan kain tersebut juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pengunjung.
“Alat (penutup candi) yang kita pesan kan sudah datang, makanya sekarang langsung kita uji coba,” kata Kepala Balai Konservasi Peninggalan Candi Borobudur, Marsis Sutopo.

Pemasangan kain tarpaulin ini, kata Marsis masih akan berlangsung dalam beberapa hari kedepan. Hingga seluruh stupa di puncak candi tertutup. Sejauh ini pemasangan baru selesai pada satu stupa induk, dan 16 stupa teras.”Besok akan kita lanjutkan untuk pemasangan 24 stupa deret kedua dan 32 stupa deret ke tiga,” ungkap dia.

Stupa-stupa di Candi Borobudur itu, katanya, akan dibiarkan tertutup hingga Senin (14/1) depan. “Supaya memberikan edukasi juga kepada wisatawan. Ini lho Borobudur sudah siap jika ada erupsi,” tutur Marsis.

Pembuatan kain Tarpaulin sendiri dilakukan oleh ahli dari Jepang. Anggaran pembuatan kain ini bersumber dari dana perubahan ABPN 2012 lalu senilai Rp 200 juta.
Kain terbesar adalah kain yang menutup puncak induk candi. Diameternya mencapai 9,90 m dan tinggi lebih dari 7 meter.

tutup stupaKepala Balai Layanan Konservasi Candi Borobudur, Iskandar Mulia Siregar menambahkan, pemasangan penutup kain itu nantinya hanya dilakukan saat keadaan benar-benar darurat. Jika belum ada laporan dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Vuklanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BVMBG) maka penutup stupa tak dikeluarkan.

Candi Borobudur sempat ditutup selama beberapa lama bagi wisatawan setelah diguyur sekitar 20 ribu meter kubik lebih abu Merapi saat erupsi hebat pada 2010. Pembersihan saat itu dilakukan cukup lama karena sulitnya menjagkau sejumlah sisa abu yang berada diselipan rongga batuan dan fondasi candi yang dibangun pada masa wangsa Syailendra di tahun 800 Masehi itu.

Koordinator Kelompok Kerja Pemeliharaan Taman Wisata Candi Borobudur, Nahar Cahyandaru, sebelumnyao pernah menjelaskan pembersihan sisa abu saat itu sulit karena harus menjangkau lorong-lorong air dari lantai bawah candi dengan cara mengangkat batu-batu candi. Pasalnya, sempat terjadi pendangkalan drainase akibat abu yang terlalu menumpuk.

Selain menyiapkan sarana fasilitas penutup stupa, anggaran yang ada digunakan untuk menyelesaikan perbaikan dinding candi yang bocor serta pembenahan halaman dan lereng Zona I Candi Borobudur dan penyempurnaan studio restorasi candi.(vie)