7 Kecamatan di Lebong Terendam Banjir, Jalan Amblas, 4 Jembatan Gantung Putus

DWI/Bengkulu Ekspress BANJIR : Ribuan desa di 7 Kecamatan di Kabupaten Lebong terendam banjir.
DWI/Bengkulu Ekspress BANJIR : Ribuan desa di 7 Kecamatan di Kabupaten Lebong terendam banjir.

PUTUS : Sebanyak 5 jembatan gantung di Lebong putus dihantam banjir

LEBONG UTARA, Bengkulu Ekspress – Hujan deras yang melanda Kabupaten Lebong sejak Rabu (22/11) malam hingga Kamis (23/11) pagi kemarin menyebabkan beberapa desa di 7 Kecamatan di Kabupaten Lebong terendam banjir. Banjir tersebut akibat luapan beberapa sungai diantaranya Sungai Ketahun, Sungai Sulup, Sungai Mubai, Sungai Aman dan Sungai Kotok. Terparah, banjir terjadi di Desa Ujung Tanjung II Kecamatan Lebong Sakti, Desa Lemeu Kecamatan Uram Jaya dan Desa Nangai Amen Kecamaan Lebong Utara. Tidak ada korban jiwa pada musibah banjir yang terjadi kali ini, namun banjir yang meluap hingga ke badan jalan dibeberapa titik dalam Kabupaten Lebong sempat memutuskan arus lalulintas karena tingginya genangan air di badan jalan yang mencapai pinggang orang dewasa.

Sebagaimana pantauan Bengkulu Ekspress di lapangan kemarin, banjir kali ini merupakan banjir kedua terbesar di Kabupaten Lebong yang terjadi pada tahun 2017 ini. Setidaknya 1000 rumah warga di 7 kecamatan terendam banjir, tak hanya merendam rumah, banjir kali ini juga merusak lebih kurang 600 hektar sawah dan kolam milik warga termasuk ikan yang diperkirakan mencapai 23 ton ikut terseret arus banjir.

Kemudian, para siswa dari 5 sekolah yang berada di Kecamatan Lebong Utara dan Kecamatan Uram Jaya juga terpaksa diliburkan karena banjir juga merendam ruang belajar masing-masing sekolah tersebut.

Salah satu warga Desa Ujung Tanjung II, Ervan (39) mengatakan air sungai ketahun yang tepat berada di belakang rumahnya ini mulai naik berkisar pukul 02.45 WIB yang diakibatkan curah hujan yang sangat tinggi terjadi mulai Rabu (22/11). Sekitar pukul 04.00 WIB air pun mulai masuk ke dalam rumah warga dan akhirnya merendam rumah warga dan badan jalan Desa Ujung Tanjung II hingga sebatas pinggang orang dewasa. Bahkan ruas jalan Desa Ujung Tanjung II Kamis pagi kemarin tidak bisa dilalui oleh kendaraan karena tingginya air luapan dari Sungai Ketahun yang menggenangi jalan Desa Ujung Tanjung II.

“Memang hujan dari malam Kamis tadi cukup deras sampai pagi, Saat air mulai naik kerumah, kami sekeluarga sedang tidur, kemudian subuh sekitar pukul 04.00 WIB saya terbangun dan melihat air sudah menggenang hingga ke dalam kamar tidur,” ceritanya.

Sementara di Kecamatan Uram Jaya, sejumlah desa juga terdampak luapan arus sungai Uram dan Sungai Ketahun yang merendam pemukiman warga disejumlah desa diantaranya di Desa Lemeu dan Desa Bentangur. Bahkan, di dua desa tersebut juga sempat diturunkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir didalam rumah mereka. Di Kecamatan Amen, beberapa titik banjir terjadi di Desa Talang Bunut, Desa Selebar Jaya, Desa Nangai Tayau. Selanjutnya di Kecamatan Lebong Tengah terjadi di Desa Karang Anyar, Desa Semelako, dan Kelurahan Embong Panjang. Di Kecamatan Lebong Sakti, banjir juga menggenangi Desa Suka Bumi dan Desa Lemeu Pit. Selanjutnya di Kecamatan Bingin Kuning banjir terjadi di wilayah sabo atau daerah pasir lebar di Desa Bungin Kecamatan Bingin Kuning. Di Kecamatan Lebong Selatan banjir terjadi di Kelurahan Tes.

Jalan Amblas, 5 Jembatan Gantung Putus
Selain merendam ribuan rumah, hujan deras juga memutuskan sedikitnya 4 jembatan gantung di beberapa desa dalam Kabupaten Lebong. Diantaranya adalah jembatan gantung di Desa Ujung Tanjung II Kecamatan Lebong Sakti, jembatan gantung di Desa Karang Anyar Kecamatan Lebong Tengah, jembatan gantung di Desa Tunggang Kecamatan Lebong Utara, jembatan gantung di Kelurahan Kampung Jawa serta jembatan gantung di Desa Bentangur Kecamatan Uram Jaya. Disamping itu, akses jalan yang berada tepat disamping rumdin Bupati Lebong ini juga amblas akibat curah hujan yang cukup tinggi. Akibatnya, arus lalulintas pun terputus sehingga dilakukan pengalihan arus lalulintas melalui jalur Desa Lebong Tambang – Danau Picung.

Bupati di Luar Kota
Dikonfirmasi terpisah, Bupati Lebong H Rosjonsyah SIP MSi yang sedang berada diluar kota saat dihubungi melalui Kabag keprotokoleran Setdakab Lebong, Riki Irawan SIP MSi mengatakan Bupati sudah memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebong, H. Mirwan Effendi SE MSi turun ke lokasi banjir. Termasuk memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menanggulangi bencana alam yang kerap melanda Lebong itu. “Pak Bupati sudah perintahkan Pak Sekkab siaga bencana bersama OPD teknis. Setelah MoU di Jakarta selesai, pak Bupati langsung pulang ke Lebong,” ungkap Riki.

Diketahui, saat ini Bupati Lebong H Rosjonsyah SIP MSi sedang berada di luar kota untuk menghadiri penandatanganan MoU dengan Kementerian Kesehatan terkait wajib kerja dokter spesialis. “Pak Bupati sedang menghadiri MoU (memorandum of understanding, red) dengan Kementerian Kesehatan terkait wajib kerja dokter spesialis,” kata Riki.

BPBD : 15 Desa di 7 Kecamatan Terdampak
Sementara itu, Plt Kepala BPBD Kabupaten Lebong, Fakhrurrozi SSos MSi dikonfirmasi kemarin mengaku jika hingga saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan sejumlah OPD teknis lainnya terkait dengan penanganan warga yang terdampak musibah banjir di Kabupaten Lebong itu. Meski demikian, dirinya belum dapat memastikan jumlah kerugian dari musibah banjir kali ini. “Kita masih berkoordinasi dengan OPD teknis lainnya, saat ini kita juga masih melakukan pendataan,” kata Rozi.

Berdasarkan data pihaknya, hujan deras yang terjadi di Kabupaten Lebong berdampak di 15 desa dalam 7 kecamatan diantaranya adalah 3 desa di Kecamatan Lebong Utara yakni jembatan putus di Desa Tunggang, banjir di Desa Nangai Amen dan longsor di Desa Ladang Palembang. Di Kecamatan Pelabai terjadi jalan amblas di Kelurahan Tanjung Agung, di Kecamatan Amen 3 desa terendam banjir diantaranya Desa Paya Embik, Desa Selebar Jaya dan Desa Talang Bunut.

Selanjutnya di Desa Ujung Tanjung II Kecamatan Lebong Sakti selain banjir juga terjadi jembatan gantung putus. Di Kecamatan Bingin Kuning banjir terjadi di Desa Talang Leak dan Desa Bungin. Di Kecamatan Lebong Tengah selain banjir yang terjadi di Desa Semelako juga terjadi jembatan putus di Desa Karang Anyar. Sedangkan di Kecamatan Amen, banjir terjadi di Lemeu, Desa Pangkalan, Desa Bentangur yang juga memutuskan jembatan gantung di desa itu.

“Untuk dapur umum, sudah kita dirikan bersama Dinas PMDS Kabupaten Lebong di Desa Lebong Donok Kecamatan Lebong Utara. Meski demikian, kita tetap menghimbau warga agar waspada terhadap ancaman banjir susulan,” imbau Rozi.

PUPRP Perbaiki Jalan Amblas
Terpisah, Kabid Bina Marga Dinas PUPRP Lebong, Donni Swabuana ST MSi dikonfirmasi kemarin mengaku jika saat ini pihaknya tengah berupaya melakukan normalisasi terhadap amblasnya jalan di Kelurahan Tanjung Agung Kecamatan Pelabai. “Saat ini material sudah dalam perjalanan menuju lokasi, mudah-mudahan sore ini (kemarin, red) sudah bisa dilalui kendaraan. Ya untuk sementara itu arus lalulintas dialihkan melalui Desa Lebong Tambang – Danau Picung,” ucap Donni.

PMDS Usulkan Bantuan Dari Provinsi
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (PMDS) Kabupaten Lebong Reko Haryanto SSos MSi kemarin mengaku jika saat ini bantuan masa panik terhadap korban banjir di Kabupaten Lebong sudah direalisasikan oleh pihaknya. Bahkan, saat ini pihaknya juga tengah berupaya mengusulkan bantuan masa panik dari Pemprov Bengkulu. “Kita masih melakukan pendataan, dan nanti akan kita usulkan bantuan dari Pemprov Bengkulu,” singkat Reko. (777)