7 Kandidat Lamar Golkar ARB

cagub_bengkulu_23BENGKULU, BE – Meski kepengurusan Partai Golkar terjadi dua versi, yakni versi Aburizal Babkrie dan versi Agung Laksono, namun tidak mengurungkan niat para kandidat calon gubernur untuk mendaftarkan diri. Buktinya, sekretariat Partai Golkar versi Aburizal Bakrie yang terdapat di Padang Harapan Kota Bengkulu, kemarin, diserbu para bakal calon gubernur.

Setidaknya ada 5 kandidat yang mendaftarkan diri agar diusung Golkar, kemarin.  Mereka adalah Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi, Bupati Mukomuko Ichwan Yunus, Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, Bupati Rejang Lebong, Suherman, dan Wagub Sultan B Najamudin.  Sebelumnya Bupati Kepahiang Bando Amin C Kader dan Bupati Musi Rawas Ridwan Mukti sudah mendaftar lebih dulu. Dengan demikian sudah ada 7 kandidat yang mendaftarkan diri melalui Golkar kubu ARB

Pantauan BE, Imron mendatangi sekretariat Golkar sekitar pukul 10.30 WIB kemarin, didampingi tim pemenangannya, selanjut Ichwan Yunus tiba pukul 11.30 WIB. Selanjutnya Junaidi Hamsyah mendaftarkan diri pukul 13.00 WIB dan Suherman pukul 15.30 WIB sore kemarin. Keempat bakal calon gubernur tersebut diterima Sektetaris DPD Golkar Provinsi Bengkulu, Afrizal Aripin didampingi segenap pengurus dan kader Golkar Provinsi dan Kota Bengkulu.

Saat wawancarai wartawan, Imron mengaku optimis mendapatkan dukungan dari Golkar, sebab, ia sendiri merupakan kader golkar dan tercatat sebagai pengurus DPD Golkar Kabupaten Bengkulu Utara.

“Saya ini orang Golkar asli, dan saya sangat yakin akan mendapatkan dukungan dari Golkar untuk maju pada Pilgub kali ini,” ucap Imron.

Menurutnya, ia bertekad maju mencalonkan diri bukan karena serakah akan jabatan, melainkan karena ingin memperjuangkan pembangunan di Provinsi Bengkulu ini. Mengingat, selama ini ia sudah cukup sukses membangun Kabupaten Bengkulu Utara dan berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat BU.

Sementara itu, Ichwan Yunus juga menyampaikan hal serupa bahwa dirinya bukan orang asing di Partai Golkar, melainkan ‘orang dalam’ pada Orde Baru lalu.

“Saya berharap Golkar bisa mengusung saya pada pencalonan ini. Saya juga sudah mendaftar ke beberapa partai, namun hariu ini saya ke Golkar. Golkar tidak asing lagi bagi saya, karena Orde Baru lalu  saya adalah  kader Golkar. Saya juga dekat dengan Ketum Golkar Aburizal bakrie,” kata Bupati Mukomuko 2 periode ini.

Diakuinya, masa jabatannya sebagai bupati Mukomuko akan berakhir pada 15 Agustus mendatang, karena itu ia membulatkan tekadnya menjadi gubernur karena ingin menghabiskan sisa umurnya untuk mengabdi kepada masyarakat Provinsi Bengkulu.

“Insya Allah jika Golkar mengusung, saya akan cari dukungan tambahan lagi dari partai lain, karena Golkar sendiri ada 5 kursi, sedangkan syarat minimalnya 9 kursi di DPRD Provinsi Bengkulu,” katanya.

Ichwan pun menegaskan bahwa ia tidak akan mendaftarkan diri ke pengurus Partai Golkar versi Agung Laksono yang juga akan membuka pendaftaran dalam waktu dekat ini.

“Saya yakin pengurus Golkar versi ARB inilah yang benar, dan tidak akan mendaftarkan diri ke pengurus versi lainnya,” tutupnya.

Kandidat lainnya, H Junaidi Hamsyah juga menyampaikan hal serupa. Ia bahkan menyarankan parpol untuk membuka pendaftaran untuk kandidat wakil gubernur, karena sepengetahuannya partai yang sudah membuka pendaftaran cawagub hanya Demokrat, selain itu hanya membuka pendaftaran calon gubernur.

“Ada baiknya membuka pendaftaran untuk wakil, karena undang undang sendiri mengamanatkan bahwa pendaftaran  ke KPU nanti bukan hanya calon gubernur, tapi berpasangan,” sarannya.
Junaidi juga optimis akan mendapatkan dukungan dari Golkar, karena ia yakin Golkar partai ingin mengusung kandidat yang berpeluang untuk memang.

Suherman pun menyampaikan harapan yang sama agar mendapatkan dukungan dari Partai Golkar, karena ia juga mengaku kader Golkar pada Orde Baru.

“Pendaftaran ini baru tahap awal, selanjutnya saya siap mengikuti mekanisme partai,” singkatnya.

Menanggapi banyaknya kandidat calon gubernur yang mendaftar tersebut, Sekretaris DPD Golkar Afrizal Aripin mengaku tidak akan memberikan perlakukan khusus terhadap kandidat tertentu. Karena Golkar memberikan kesempatan dan peluang yang sama kepada semua pendaftar.

“Siapapun yang mau mendaftar akan kita layani dengan baik,” ucapnya.

Untuk proses selanjutnya, Afrizal mengaku masih menunggu instruksi dari DPP, karena sebelumnya DPP hanya menginstruksikan agar pengurus DPD membuka pendaftaran.
“Hari ini hari terakhir pendaftaran ini, selanjutnya kita masih menunggu instruksi apakah langsung verifikasi yang dilanjutkan dengan fit and poper test atau seperti apa kita belum tahu,” terangnya.

Sultan Kantongi 3 Nama Cawagub
Wakil Gubernur Bengkulu Sultan B Najamuddin semakin memantapkan langkahnya untuk maju sebagai calon Gubernur Bengkulu dan optimis akan mendapatkan dukungan dari masyarakat sehingga ia berhasil menjadi gubernur Bengkulu 5 tahun kedepan.

Kemantapan itu ia peroleh setelah melaksanakan ibadah umroh di Mekkah beberapa hari lalu.

“Saya baru pulang dari umroh, niat saya umroh kemarin berdoa untuk memantapkn hati, pikiran dan langkah saya terhadap keputusan politik yang sudah didepan mata ini. Dan insa Allah Yang Maha Kuasa  menguatkan langkah saya untuk maju menjadi gubernur Bengkulu,” kata Sultan kepada BE, kemarin.

Selain meminta petunjuk sebelum memutuskan keikutsertaannya pada Pilgub ini, Sultan juga mengaku membawa sedikitnya 12 orang calon wakil gubernur yang akan mendampinginya ke Tanah Suci, Mekkah. Dalam ibadah umrohnya, dari 12 nama tersebut mengerucut menjadi 5 nama. Siapa kelima nama tersebut, Sultan masih merahasiakannya.

“Namanya belum bisa saya sebutkan, yang jelas mereka dari suku Jawa, Minang dan Rejang. Dari 5 nama yang muncul itu akan kita putuskan setelah melalu pertimbangan yang matang detik-detik terakhir sebelum mendaftarkan diri ke KPU nanti,” ungkapnya.

Namun demikian, adik kandung mantan gubernur Bengkulu Agusrin M Najamuddin ini mengisyaratkan bahwa kriteria wakilnya adalah saling melengkapi kekurangannya. Mengingat Pilgub merupakan pertarungan sengit sehingga dibutuhkan juga wakil seorang petarung dan siap untu menghadapi pertarungan tersebut.

“Saya minta petunjuk kepada Allah, dari nama-nama tersebut mana yang paling cocok untuk saya. Dan saya optimis pada akhirnya saya akan mendapatkan yang terbaik,” imbuhnya.

Ditanya mengenai partai pengusung, Sultan mengakui hingga saat ini belum ada partai yang final mengusung calon gubernur, kecuali partai Hanura dan PKB. Jika tidak ada partai yang bersimpati untuk mengusungnya, mantan anggota DPD RI juga mengisyaratkan siap maju melalui jalur independen.

“Politik itu kalau semua sudah tahu hari ini, hampir dipastikan tidak akan menarik lagi. Karena seseorang baru sah dikatakan calon bila KPU sudah mengetuk palu dan menerima rekomendasi yang sah dari partai pengusungnya. Kalau sampai hari ini belum ada,” paparnya.

Dilanjutkan Sultan, sepanjag ada partai yang siap, maka ia pun siap diusung partai apapun.

“Sepanjang partai siap, insya Allah melalui partai.Pokoknya tunggu saja tanggal  mainnya,” ucapnya optimis.

Sultan juga tidak menampik banyaknya tawaran dari sejumlah bakal calon untuk berpasangan dengannya, namun tawaran itu ia tolak karena kandidat tersebut menginginkan dirinya sebagai calon wakil gubernur.

“Salah kalau dianggap saya mau menjadi wakil, justru saya yang sedang mencari wakil untuk maju Pilgub ini,” tandasnya.(400)