7 Ayam Diduga Flu Burung

CURUP, BE – Sebanyak 7 ekor ayam jenis bangkok di Pasar Atas Kelurahan Pelabuhan Baru Kecamatan Curup Tengah mati secara misterius sejak dua hari terakhir. Kematian unggas secara mendadak itu membuat warga mulai kawatir, karena diduga kematian ayam karena virus H5N1 alias flu burung. Sahid (30) pemilik ayam kepada wartawan menerangkan, sejak Kamis (10/1) sebanyak empat ekor ayam miliknya mati mendadak.

“Hari ini (kemarin) tiga ekor ayam milik saya mati dengan ciri-ciri hampir secara bersamaan,” ungkap Sahid.

Dijelakan Sahid, sejak musim hujan beberapa minggu terakhir, ayam peliharaanya tampak lemas. Melihat kondisi itu berbagai upaya dilakukan Sahid dengan memberi vaksinasi seperti untuk mengantisipasi penyakit termasuk pemberian suplemen binatang, tapi secara mendadak ayam tersebut mati. “Ayam tersebut mengeluarkan sesuatu dari hidung dan mulut unggas tersebut seperti cairan keputihan, itu diketahui setelah ayam tersebut mati,” kata Sahid.

Terkait temuan itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) kabupaten Rejang Lebong Ir Amrul Eby, MM meminta, pemilik ayam untuk segera melaporkan temuan tersebut ke Puskeswan atau Disnakan untuk ditindaklanjuti. “Setiap warga yang menemukan kasus seperti ini, kita minta segera melapor ke petugas kesehatan hewan Disnakan agar bisa ditindak lanjuti,” pinta Eby.

Nantinya, sambung Eby, petugas kesehatan hewan yang akan mengidentifikasi jenis penyakit yang membuat unggas warga tersebut mati secara mendadak, apakah terserang H5N1 atau penyakit unggas lainnya. “Kami minta warga jangan kawatir, jika penanganan baik InsyaAllah penyakit unggas tersebut bisa ditangani sehingga tidak menyebar atau menular kepada manusia. Bisa dengan mengubur unggas yang mati, kemudian mencuci tangan yang bersentuhan dengan tubuh unggas yang mati mendadak sebelum melakukan aktivitas lain,” tegas Eby. (999)