68 ABH Binaan Lapas Bengkulu Cuci Kaki Ibu

ABH cuci kaki ibuBengkulu, Bengkuluekspress. com – Sebanyak 68 anak berkebutuhan khusus (ABH), yang terdiri dari 5 tahanan dan 63 Andik (Anak didik) warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) kelas ll Bengkulu, melakukan ritual memohon maaf dengan membasuh kaki orang tua mereka masing-masing. Kegiatan yang dilaksanakan di Lapas Bengkulu, pada Selasa (17/4/18) ini merupakan rangkaian dari acara Family and Society Gathering dalam memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-54.

“Kegiatan cuci kaki ini merupakan penghayatan akan nilai moral dengan kedua orang tua, agar saat mereka kembali ketengah masyarakat mereka dapat menjalankan nilai moral yang telah kita bina disni,” ujar Kepala LPKA kelas ll Bengkulu Hari Dwinarca kepada bengkuluekspress.com Selasa (17/4).

Lebih lanjut Hari menerangkan, acara ini untuk memberikan dukungan kepada ABH agar tetap semangat dalam berkarya dan tetap semangat dalam menjalani kehidupan dan meraih masa depan. Karena ABH juga punya hak yang harus kita support agar mereka berguna bagi masa depan.

Sementara itu, Hanibal Kepala divisi Kakanwil Hukum dan Ham Bengkulu menjelaskan, ABH juga berhak mendapatkan pembinaan agar mereka senantiasa dekat dengan Tuhan, pendidikan, serta perilaku moral selama menjalani masa hukuman karena berguna untuk perkembangan dan masa depan mereka nantinya.

“ABH berhak mendapatkan hak mereka selama menjalani masa hukuman, dalam kegiatan ini nantinya diharapkan dapat menumbuhkan rasa sayang, kebersamaan dan menumbuhkan keceriaan guna menuju masa depan yang lebih baik” tutur Hanibal.

Dalam kegiatan ritual memohon maaf dan membasuh kaki orang tua tersebut para ABH meneteskan air mata. Mereka meminta maaf dengan tulus atas perbuatan yang telah mereka lakukakan.

Selain kegitan ritual memohon maaf dan membasuh kaki orang tua, para ABH melakukan kegiatan seperti melukis bersama dalam kanvas, khatam Alquran, serta penampilan kretivitas para ABH lainnya.

Kegiatan tersebut digelar secara serentak se-Indonesia pada Selasa (17/4), sekitar pukul 14.10 WIB dan berpusat di Lapas kelas I Tanggerang. Dengan dihadiri langsung Menteri Hukum dan HAM (Hak Azazi Manusia) Yasonno Hamonangan Laoly. Untuk kegiatan yang berada di LPKA kelas II Bengkulu turut hadir, Kepala LPKA kelas ll Bengkulu Hari Dwinarca, Kepala Divisi pemasyarakatan Kakanwil Hukum dan HAM Bengkulu Hanibal, Kadis P3A provinsi dan kota Bengkulu, perwakilan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), mahasiswa prodi Bimbingan konseling Univesitas Bengkulu, IAIN dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMBO, orang tua ABH, serta tamu undangan lainnya.

Menteri Hukum dan Ham Yasonno Hamonangan Laoly saat Live Streaming mengatakan, kegitan ini digelar dalam rangka memperingati hari bakti kemasyarakanan ke 54 yang serentak di indonesia. Kegiatan kali ini dipusatkan di LPKA Klas l Tanggerang.

“Kita berharap kepada semua aparat penegak hukum untuk bergandengan tangan dalam menjalankan peradilan tentang anak. Pembinanan terhadap anak di LPKA yerus dilakukan agar ABH dapat mendekatkan diri kepada tuhan, menambah kecerdasan, serta prilaku moral mereka dapat berubah saat mereka kembali ditengah masyarakat,” tutupnya. (HBN)