630 Rumah Terendam

SAM, BE-Banjir besar kembali melanda wilayah Kabupaten Seluma. Sekurangnya, 630 unit rumah penduduk di 14 desa di 4 kecamatan terendam sejak kemarin malam sampai siang kemarin. Banjir terjadi setelah hujan lebat hingga menyebabkan sejumlah sungai meluap. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kesempatan kerja warga selama 1 hari hilang.

Data terhimpun, banjir pertama kali mulai kemarin sejak mulai malam terjadi di Desa Napalan Kecamatan Talo Kecil, Seluma. Sebanyak 18 rumah warga terendam. Disusul pemukiman warga Desa Muara Danau dan Lubuk Gio, puluhan rumah juga terendam. Kemudian disusul lagi 300-an rumah terendam pada banjir di Suka Merindu, Taba, Tebat Sibun dan Tanjung Padang.

Luapan 2 sungai Talo Kecil banjir di Talo Kecil belum surut, sekitar pukul 22.00 WIB hal serupa terjadi di Desa Maras Jauh Kecamatan Semidang Alas (SA), serta 6 desa di Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM): Talang Kemang, Jambat Akar, Gunung Kembang, Maras Bantan, Maras Tengah, Talang Alai. Banjir akibat luapan Sungai Maras Kiri dan Sungai Maras Kanan ini juga merendam sekurangnya 300-an buah rumah.

Pantauan BE, rata-rata ketinggian air merendam rumah penduduk tersebut antara 50 cm sampai 1 meter. Hingga sore hari kemarin, air sudah mulai menysut. Namun di Desa Talang Kemang, Jambat Akar dan Gunung Kembang air masih menggenangi jalan hingga ketinggian 50 cm. Sehingga ketika Plt Bupati Seluma H Bundra Jaya SH MH melakukan inspeksi lokasi banjir, iring-iringan kendaraan terpaksa menerobos genangan air yang masih dalam itu.

”Kondisi ini karena curah hujan yang tinggi dan alur sungai-sungai yang sudah tidak bisa menampung arus, hingga banjir. Kedepan, kita berupaya keras setahap demi setahap  untuk mengatasi masalah ini,” kata Plt Bupati Bundra Jaya di sela-sela inspeksinya.
Selain merendam rumah penduduk, di 14 desa di Talo Kecil, Talo, SA dan SAM itu merendam sawah dan lahan palawija milik warga. Dipastikan ribuan heklar lahan menjadi rusak akibat diseret arus deras banjir. Bahkan, data terhimpun pula, lahan yang terendam banjir lebih parah terdapat di sepanjang pesisir pantai di Kecamatan Ilir Talo, Seluma. Ribuan hektar sawah, kebun dan palawija pun terendam.

”Kalau kami di sini Cuma ada 3 rumah yang terendam banjir, airnya masuk rumah hanya batas mata kaki. Tapi, sawah dan lahan pertanian di sini semuanya terendam sudah sehari semalam,” kata salah seorang warga Desa Pango Kecamatan Ilir Talo Asikin (38).