60 Warga RL Positif DBD

IST/Bengkulu EkspressPetugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong saat melakukan pemantauan jentik nyamuk penyebar DBD. Selama tahun 2019 ini, Dinas Kesehatan Rejang Lebong mencatat sekitar 60 warga Rejang Lebong terkena DBD.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Selama kurun waktu lima bulan terakhir, yaitu terhitung dari Januari hingga saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong mencatat setidaknya ada 60 warga Kabupaten Rejang Lebong yang dinyatakan positif terkena penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Dari Januari hingga Mei ini, ada sekitar 60 warga di Kabupaten Rejang Lebong ini yang terkena DBD,” sampai Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Syamsir SKM MKM saat dikonfirmasi Senin (27/5) kemarin.

Dijelaskan Samsir, kasus DBD yang menyerang masyarakat Rejang Lebong tersebut ditemukan merata di 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, meskipun ia mengakui sebagian besar kasus DBD yang terjadi di Kabupaten Rejang Lebong tersebut mereka temukan di kawasan perkotaan Curup.”Untuk sebarannya hampir merata di 15 kecamatan, namun yang paling banyak terjadi di wilayah Kota Curup,” sampai Syamsir.

Dengan masih ditemukannya sejumlah warga di Kabupaten Rejang Lebong yang terkena penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti itu, Syamsir mengajak seluruh masyarakat untuk mengantisipasi meluasnya kasus DBD di Kabupaten Rejang Lebong tersebut.

Dimana menurut Syamsir, peran serta masyarakat sangat mereka harapkan sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran penyakit DBD di Kabupaten Rejang Lebong. Salah satu langkah mudah yang perlu dilakukan masyarakat yaitu dengan menjaga kebersihan sekitar rumah masing-masing.

“Langkah pertama yang harus kita lakukan yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing terutama menjaga agar tidak ada genangan air,” jelas Syamsir.

Dijelaskan Syamsir, keberadaan genangan air khususnya air bersih di lingkungan tempat tinggal masyarakat sangat berpengaruh terhadap terhadap perkembangan dan penyebaran penyakit DBD. Karena menurutnya genangan air bersih tersebut bisa menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk yang menyebarkan penyakit DBD tersebut. “Terpenting bersihkan kamar mandi bersihkan lingkungan disekitar rumah kita, itu yang paling penting untuk menghindari dari DBD ini,” harap Syamsir.

Dalam kesempatan tersebut, menurut Syamsir pihaknya menargetkan adanya penurunan kasus penularan DBD pada masyarakat Rejang Lebong ditahun 2019 ini. Dimana menurut Syamsir minimal target mereka yaitu turun dari tahun 2018 lalu, karena menurut Syamsir jumlah kasus DBD yang ditemukan di Kabupaten Rejang Lebong tahun 2018 lalu mencapai 200 kasus.”Target kita tahun ini kasus DBD di Rejang Lebong ini minimal bisa turun dari tahun 2018 lalu yaitu sebanyak 200 kasus,” sampainya.

Selain mengharapkan peran serta masyarakat dalam menangani kasus DBD, Syamsir juga berharap masyarakat juga berperan serta dalam melaporkan setiap ada dugaan kasus DBD disekitar tempat tinggal mereka kepada petugas kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong baik melalui Puskesmas-Puskesmas terdekat maupun langsung ke Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong. Karena menurut Syamsir semakin cepat informasi mereka terima maka akan semakin cepat penanganan yang mereka lakukan sehingga bisa memutus penyebaran penyakit DBD di Kabupaten Rejang Lebong.(251)