60 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalan Raya

ARGA MAKMUR, BE –  Hingga bulan Agustus lalu, sebanyak 60 nyawa melayang sia-sia di jalan raya akibat kasus lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres BU.  Jumlah kasus Laka paling dominan yang mengakibatkan korban meninggal dunia paling banyak terjadi di wilayah Bengkulu Utara. Yang paling memprihatinkan, para korban meninggal dunia akibat Lakalantas tersebut sebagian besar merupakan usia produktif dari kalangan remaja dan pelajar. Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius, karena kecelakaan yang cukup banyak selama tahun ini.  “Kasus Lakalantas yang meninggal dunia di Bengkulu Utara cukup memprihatinkan akibat banyaknya korban yang terjadi,” kata Kapolres BU AKBP Asep Teddy N SIK saat memberikan sambutan dalam peringatan hari jadi Satlantas ke-57 di lapangan terminal Arga Makmur, kemarin.
Kasus Lakalantas yang mengakibatkan korban meninggal dunia didominasi oleh pengendara sepeda motor di jalan raya. Kesadaran dan kepatuhan aturan dalam berlalu lintas di jalan raya semestinya bisa dipatuhi oleh pengendara sepeda motor untuk mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya laka lantas. Seperti halnya pengetahuan mengenai safety ridding ( keselamatan berkendara) di jalan raya perlu dipahami oleh pengguna kendaraan bermotor khususnya sepeda motor yang paling banyak mengalami laka lantas. ” Pengetahuan tentang keselamatan berkendara sangat perlu diketahui oleh pengendara sepeda motor agar selamat saat mengendarai sepeda motor di jalan raya, ” jelasnya.
Kedepannya,Satlantas Polres Bengkulu Utara akan secara rutin melakukan razia kelengkapan kendaraan bermotor secara berkelanjutan khususnya di wilayah Bengkulu Utara.Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas serta kepatuhan berlalu lintas di jalan raya . Terlebih dari razia yang dilakukan masih banyak pengendara motor yang terjaring razia yang mengindikasikan masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap berlalu lintas di jalan raya.  “Operasi yang digelar oleh pihak kepolisian juga berkaitan untuk meminimalisir terjadinya laka lantas dan tindak kejahatan di jalan raya,” tukas AKBP Asep Teddy. (212)