6 Tenggelam di Danau Mas

CURUP, BE – Danau Mas Harun Bastari (DMHB) Kecamatan Selupu Rejang sebagai salah satu andalan wisata di Kabupaten Rejang Lebong, berubah ganas.  Sekitar pukul 09.00 WIB kemarin, sebanyak 6 warga tenggelam saat sedang berwisata menggunakan kapal sewaan, tiga orang korban merupakan warga Desa Mojorejo Kecamatan Sindang Kelingi sedang tiga lainnya warga Desa Sumber Urip  Kecamatan Selupu Rejang.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, setelah tim siaga bencana yang terdiri dari tim Simulasi Bencana (Sibat), PMI Cabang Curup, BPBD Rejang Lebong dan petugas PBK Rejang Lebong dibantu warga berhasil menyelamatkan para korban.

Kepala Markas PMI Cabang Curup Andi Purwanto dikonfirmasi wartawan menerangkan, upaya penyelamatan korban tenggelam tersebut merupakan salah satu kegiatan simulasi tanggap bencana yang diselenggarakan oleh tim Simulasi Bencana (Sibat), PMI Cabang Curup, BPBD Rejang Lebong dan petugas PBK Rejang Lebong dibantu masyarakat Desa Sumber Urip dan Desa Mojorejo Selupu Rejang di Danau Mas.

“Kegiatan simulasi tanggap bencana dan musibah tersebut sudah digelar selama tiga hari berturut-turut yang melibatkan elemen terkait termasuk warga dua desa yang dekat dengan danau,” terangnya.

Dijelaskan, tujuan dari simulasi tersebut merupakan upaya pelatihan untuk mempersiapkan petugas yang handal dalam yang memiliki kesiapsiagaan untuk melakukan tindakan yang cepat dan tepat terhadap kemungkinan terjadinya bencana, khususnya di kawasan DMHB yang menjadi daerah wisata yang kerap dikunjungi warga.

  “Kita melatih anggota kita dengan penggunaan perahu karet yang kita miliki saat ini untuk pertolongan jika ada yang tenggelam,” katanya.
Simulasi tersebut sudah berjalan sejak tanggal 9-11 Oktober, yang diikuti oleh 22 orang peserta terdiri dari Staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah, PMI, Pramuka, petugas pemadam kebakaran, staf Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Sibat Desa Mojorejo, Sibat Desa Sumber Urip.

“Materi kegiatan berkaitan dengan manajemen bencana, dukungan pemerintah, kesiapan logistik, penampungan sementara atau evakuasi korban, water resque, perahu karet dan tenda,” tutup Andi. (999)