6 Kambing Tewas Diracun, 2 Ekor Dibawa Kabur

BAKTI/Bengkulu Ekspress DIRACUN : Warga Desa Tanjung Terdana, Kecamatan Pondok Kubang saat melihat kambing yang tewas diracun dan belum sempat dibawa kabur pencuri, Rabu (7/11) lalu.
BAKTI/Bengkulu Ekspress DIRACUN : Warga Desa Tanjung Terdana, Kecamatan Pondok Kubang saat melihat kambing yang tewas diracun dan belum sempat dibawa kabur pencuri, Rabu (7/11) lalu.

PONDOK KUBANG, Bengkulu Ekspress – Kawanan pencuri ternak (Curnak) mulai meresahkan warga Desa Tanjung Terdana, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Benteng. Modus yang dilakukan pelaku dengan cara terlebih dahulu meracuni hewan ternak warga. Data terhimpun Bengkulu Ekspress, aksi pencurian terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (8/11/2018) siang.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku menggunakan buah pisang yang telah bercampur racun mematikan. Sebanyak 6 ekor kambing peliharaan warga setempat seketika tewas sesaat setelah menyantap buah pisang beracun.



“6 ekor indukan kambing peliharaan saya tewas semua. Dari keseluruhan yang ada, sebanyak 2 ekor berhasil dibawa kabur dengan menggunakan sepeda motor,” ungkap korban, Megawati.

Dalam melancarkan aksinya, sambung Megawati, kawanan bandit dinilai telah profesional dan berpengalaman. Sebanyak 4 orang pelaku yang menggunakan 2 unit kendaraan bermotor sangat mahir memainkan peran masing-masing.

“Salah seorang pelaku sengaja berdiri di tepi jalan untuk memantau situasi lingkungan. Sedangkan, sisanya berusaha memasukkan kambing yang telah tewas diracun kedalam karung yang telah disiapkan,” imbuhnya.

Sebelum berhasil membawa semua ternak, aksi pelaku akhirnya diketahui oleh warga sekitar. Melihat gerak-gerik pelaku, warga langsung berdatangan dan berusaha menangkap pelaku. Dari 4 orang pelaku, 3 orang berhasil melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor. Ada yang mengarah ke simpang Tugu Hiu, Kota Bengkulu dan adapula yang mengarah ke Desa Pondok Kubang. Selain itu, salah seorang pelaku yang tertinggal secara spontan berlari ke arah semak belukar. Akibat diracun, korban mengaku rugi hingga mencapai Rp 12 juta.

“Aksi curnak memang seringkali terjadi di desa kami. Kami harap pelaku bisa tertangkap dan menerima ganjaran setimpal,” beber Megawati.(135)