556 Mahasiswa Resah

Sementara itu sebanyak 556 orang mahasiswa STAIN Curup yang akan mengikuti pelaksanaan kuliah kerja pengabdian masyarakat (kkpm) tahun 2012, yang akan dilaksanakan 16 Juli mendatang merasa resah. Pasalnya, kegiatan yang akan berlangsung selama dua bulan di Kabupaten Musirawas itu harus berhadapan dengan kondisi wilayah jalan lintas Curup-Lubuklinggau yang dirasakan belum cukup kondusif. “Kami takut akan jadi korban perampokan dan penjarahan, seperti beberapa peristiwa yang terjadi dalam seminggu ini,” terang Aditya Gumay, salah satu peserta KKPM. Belum lagi, dalam kegiatan tersebut, tidak sedikit mahasiswa yang akan pulang dan pergi selama pelaksanaan KKPM yang dijadwalkan baru berakhir 16 September, untuk mengambil bekal dan menghadapi puasa dan lebaran Idul Fitri. “Dengan kegiatan ini, jelas mahasiswa akan sering melintas di jalan Curup-Lubuklinggau, menggunakan kendaraan bermotor,” tambah Gumay. Dijelaskan Gumay, pihaknya sudah berupaya melakukan usulan kepada pihak kampus agar tempat pelaksanaan KKPM dipindahkan ke lokasi lain yang lebih aman. Selain itu, melalui organisasi kampus HMI, KAMMI, PMII, DPM-MPM sudah berupaya menyampaikan keluhan yang mereka hadapi ke Polres RL. “Namun kami merasa belum yakin untuk keamanan kami, setelah untuk kedua kalinya terjadi insiden di Desa Belitar Muka,” katanya. Di bagian lain, Ketua BP P3M KKPM STAIN Curup Kemas Rezi Susanto, S.Pdi ditemui wartawan menerangkan, pihaknya tidak bisa mengalihkan lokasi KKPM ke lokasi lain, karena seluruh proses administrasi, survei sudah dilakukan. Belum lagi pelaksanaan KKPM yang berlangsung satun tahun sekali itu sudah terjadwal dalam bidang studi yang harus diikuti mahasiswa. Untuk mengatasi kekawatiran mahasiswa, pihaknya sudah menyurati Batalyon 144/JY, Kodim 0409 RL, dan Polres RL untuk meminta jaminan keamanan, “KKMP tetap dilaksanakan, senin (16/7) sekitar 80 kendaraan yang memuat 556 mahasiswa akan berangkat ke Musirawas,” tegas Kemas. Selama pelaksanaan KKPM, pihak kampus berharap mahasiswa memperkecil intensitas hilir mudik di jalan lintas Curup-Lubuklinggau. “Kalau ada keperluan biasa. bisa lewat transfer melalui rekening bank. Kecuali pada saat lebaran Idul Fitri memang kita beri ruang untuk mahasiswa pulang ke kampung masing-masing.” katanya. (999)