52 Guru SMK Di-Upgrading

 

BENGKULU, BE – Sebanyak 52 guru SMK se Provinsi Bengkulu, mendapatkan kesempatan mengikuti program peningkatan kompetensi anak bangsa (upgrading).  Kegiatan ini berlangsung selama 12 hari, dan telah dilepas langsung oleh, Plt Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah yang diwakili oleh Asisten I Sekda Provinsi Bengkulu, Drs Sumardi MM.  Program ini diselenggarakan PT PLN (Persero), untuk 1000 guru se-Indonesia.
Deputy Manager PT PLN (Persero) Pusdiklat, Kosasih mengatakan, 52 guru yang terpilih mengikuti program peningkatan kompetensi anak bangsa upgrading ini merupakan sebagian dari peserta upgrading 1000 guru. Kegiatan serupa juga diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah, Lampung, Pekan baru, Kalimantan Timur, Sumatera Barat dan Bengkulu.
“Tercatat kegiatan ini diikuti 52 orang guru yang terdiri dari 27 guru elektro dan 25 guru teknik mesin yang akan mendapatkan pelatihan upgrading selama 12 hari hingga 6 Oktober mendatang, di Palembang,” jelasnya.
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah ingin meningkatkan generasi muda dengan memperkenalkan dan mendorong untuk merekayasa energi kelistrikan agar lebih terbarukan.  Selama mengikuti pelatihan guru-guru ini mendapatkan materi yang berbeda-beda sesuai dengan bidang studi yang ditekuninya. Seperti kelistrikan, akan mendapatkan materi tentang teori kelistrikan, sistem distributir dan konstruksi alat. Sedangkan di bidang mesin juga diberikan materi tentang diesel diantaranya peralatan ukur dan pemulihan mesin diesel.
“Selain mendapatkan ilmu, guru-guru ini juga mendapatkan sertifikat pelatihan dari PLN, dan diharapkan dapat berguna serta dapat mentransformasi ilmu yang didapatkan ke seluruh siswanya. Mengingat generasi muda inilah yang nantinya akan menjadi penerus bangsa dan dapat terus meningkatan pengembangan PLN di segala bidang,” paparnya.
Sementara itu, Manager PT. PLN Area Bengkulu, Hadi Saputra mengakui peningkatan kompetensi guru ini harus dilakukan. Bukan hanya untuk mengetahui instalasi kelistrikan tapi juga konstruksi listrik. Mengingat potensi peningkatan pelanggan listrik di Bengkulu cukup tinggi.
“Beban puncak kita di Bengkulu 5 Mega, hal ini cukup tinggi dan ini membuktikan potensi pelanggan kita masih sangat besar oleh karena itu kita membutuhkan tenaga dalam pengembangan kelistrikan,” terangnya.
Lanjutnya, selama mengikuti pelatihan seluruh peserta ini akan diperkenalkan seluruh mesin bukan hanya diesel saja tapi juga mesin mikro hidro. Untuk itu, PLN membuka selebar-lebarnya bagi energi terbarukan secara korporal untuk peningkatan penerus bangsa khususnya dibidang kelistrikan. Kedepan, pihaknya juga berharap dengan energi terbarukan ini dapat membangkitkan semangat penerus bangsa sehingga Indonesia tidak lagi mengimpor tehnologi dari luar negeri. Tapi diharapkan dapat membuat sendiri kebutuhan yang dibutuhkan oleh PLN.  “Selamat mengikuti pelatihan, semoga sepulang dari pelatihan ini ilmu yang didapatkan dapat segera disalurkan kepada seluruh siswanya. Sehingga menciptakan energi terbarukan,” pungkasnya. (128)