500 Warga Periksa Kesehatan Gratis

BENGKULU, BE – Selain pelaksanaan Jalan Sehat Dahsyat dalam rangka Hari Ulang Tahun Guru dan Hari Kesehatan Nasional, kemarin juga dilaksanakan pemeriksaan gigi dan kesehatan gratis.  Bentuk pemeriksaan ini adalah pemeriksaan penyakit tidak menular (PTM), seperti gula darah, tensi darah dan kolestrol.  Kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGII) dari pelaksanaan hari Kesehatan Nasional yang berupa sikat gigi masal beberapa waktu lalu.  Hal ini disampaikan drg Edriwan Mansyur MM, Ketua PDGI Bengkulu.

“Dalam pemeriksaan kesehatan dan gigi gratis ini yang kita periksa adalah PTM saja, dan yang lebih banyak kita lakukan adalah pemeriksaan gigi,” ungkap drg Edriwan.

Dalam pemeriksaan yang melibatkan 32 dokter gigi dari 92 dokter gigi yang ada di Provinsi Bengkulu serta 12 perawat gigi dan dan sebanyak 500 peserta jalan santai yang memeriksakan kesehatan dan gigi mereka.  Tim dokter menemukan berbagai macam penyakit gigi, seperti banyaknya gigi yang sudah mati, karies gigi atau penyakit yang menyebabkan gigi berlubang.  Gigi berlubang yang sudah mengenai syaraf gigi sehingga menyebabkan rasa sakit serta pada anak-anak banyak ditemukan gigi susu yang sudah waktunya dicabut namun belum mereka cabut.

Untuk gigi yang sudah mati, drg Edriwan menyarankan untuk dicabut dan untuk anak-anak yang gigi susunya sudah waktunya untuk dicabut, juga harus dicabut karena jika dibiarkan akan membuat susunan gigi tidak rata.
“Kasus yang kita banyak temui adalah karies gigi, selain pemeriksaan kita juga melakukan tindakan berupa penambalan sederhana untuk gigi yang berlubang namun lubangnya masih kecil,” ujarnya.

Menurut sang dokter gigi ini, penyakit gigi menempati urutan ketiga terbesar di Provinsi Bengkulu setelah Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan malaria. Ia juga mengimbau meminta kepada masyarakat untuk tidak takut memeriksakan gigi dan harus memeriksakan gigi secara rutin minimal 6 bulan sekali meskipun tidak ada keluhan pada gigi.  Selanjutnya ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan memasang kawat gigi atau behel. karena yang boleh memasang behel hanyalah dokter gigi.  “Kalau memasang behel selain ke dokter gigi itu menyalahi aturan, selain itu dampaknya bukan akan menjadi baik justru akan merusak gigi itu sendiri,” pungkasnya.

30 Orang Mendonorkan Darah
Sementara 30 orang mendonorkan darahnya di mobil Bus Donor Darah milik Palang Merah Indonesia (PMI) Bengkulu yang juga ikut dalam Kegiatan Jalan Sehat, kemarin.  “Selain pemeriksaan kesehatan dan gigi gratis, kita juga mengadakan donor darah, dan hari ini sudah ada 30 orang yang memdonorkan darahnya,” ungkap Edriwan Mansyur, kemarin.

Ia menyambut baik niat masyarakat Bengkulu yang bersedia mendonorkan darahnya.  Karena saat ini PMI sering mengalami kekosongan stok darah.  Hal ini disebabkan kebutuhan darah yang terus meningkat yang tidak disertai dengan peningkatan pendonor sukarela.  Hal ini juga disampaikan Divisi Pelayanan Sosial dan Kesehatan PMI Provinsi Bengkulu Fitri Selviani S.Kep saat BE berkunjung ke Bus Donor Darah, kemarin.   “Saat ini golongan darah yang sangat stoknya kurang bahkan kosong adalah golongan darah AB,” kata Fitri. (cw2)