500 Liter Mitan Diselundupkan dari Sumbar

TELUK SEGARA, BE- Kemarin, Jajaran Polsek Teluk Segara berhasil mengamankan BBM selundupan jenis mintak tanah. Jumlahnya tak kurang dari 500 liter, yang disimpan dalam 55 derigen. BBM ini hasil selundupan dari Provinsi Sumatera Barat ini, berhasil diamankan dari tangan seorang Pensiunan PNS, Us Alias Amm (58), Warga Jalan Burniat Rt 3 Rw 1 Kebun Keling Kota Bengkulu.

“Mendapatkan laporan dari warga ada penyelundup BBM, Kita langsung bergerak. Dikediaman pelaku  kita temukan  barang bukti BBM berupa 500 liter, Mitan yang terdapat dalam 55 jerigen ini siap jual,”terang Kapolres AKBP H Joko SUprayitno SST MK melalui Kapolsek Teluk Segara Kompol Herry Irawan SH didampingi Kanit Reskrim Ipda Mirza Gunawan.

Disampaikan Kapolsek, dari hasil pemeriksaan, penimbunan ini telah dilakukan pelaku sebanyak 4 kali. Namun pelaku mengaku baru sekali melakukannya. Adapun modusnya, Mitan itu dikirimkan menggunakan kendaraan saudara pelaku dari Sumatera Barat sebulan sekali. Target penjualannya, sejumlah warga yang sangat membutuhkan Mitan. Terkadang pelaku sempat menjual minyak tanah dengan harga cukup mahal Rp 9 ribu hingga Rp 12 ribu.

“Sejauh ini pelaku masih dalam pemeriksaan intensif. Pengakuannya baru pertama kali menjual Mitan selundupan itu. Modus pelaku membeli Mitan itu secara bertahap dari Padang. Lalu Mitan itu ditimbun hingga banyak untuk kemudian dijual,” katanya.
Di Padang sendiri, saat ini Mitan Subsidi belum dicabut.  Sehingga harganya masih murah, hanya sekitar Rp 4500 perliter. Dengan membeli Mitan dari Padang dan menjualnya ke Bengkulu, pelaku bisa mendapatkan keuntungan hingga 2 kali lipat bahkan lebih.
Atas ulah pelaku tersebut, rencananya Penyidik Polres menjeratnya dengan Pasal 53 dan 55 UU No 22 Tahun 2001 tentang Migas. Dengan ancaman hukuman penjara selama 5 tahun.

Sementara itu, dari keterangan pelaku, dirinya melakukan hal itu karena tergiur dengan keuntungan yang bisa diperoleh dari penjualan Mitan bersubsidi itu. Kegiatan ini baru ia lakukan sebulan ini. “Baru sekali nilah nak, Bengkulu kan subsidi minyak tanahnya sudah dicabut. Jadi saya tertarik dengan keuntungan yang cukup besar,tapi belum lagi menjualnya telah tertangkap,”terangnya.(333)