5 Rumah Rawan Longsor ,Pemkab Salurkan Bantuan

CURUP UTARA, BE – Sebanyak 5 rumah di Desa Tabarenah Kecamatan Curup Utara, terancam jadi korban susulan longsor.  Sebelumnya, Selasa malam (27/11) sebuah rumah milik Darussalam (40) ambrol akibat longsor. “Kondisi lima rumah lainya berada persis di pinggir tebingan curam, bahkan tanpa pelapis tebing,” terang Kades Tabarenah Jhoni A, dikonfirmasi wartawan kemarin (28/11).

Lima rumah yang terancam jadi korban longsor susulan tersebut, diantaranya rumah milik Anang, Rusli, Samsir, Sanul dan Tafsir, yang berjarak cukup dekat dengan tebing.  Sedangkan rumah milik Tafsir berdiri di atas tebing. “Kita tidak bisa larang warga membangun rumah di samping tebing, karena memang warga hanya memiliki lahan di sana untuk mendirikan rumah,” kata Jhoni.
Di bagian lain, bencana longsor di jalan wisata dusun satu Desa Tabarenah Kecamatan Curup Utara pada Selasa malam, direspon cepat oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.  Sekitar pukul 10.00 WIB Kamis (28/11), Bupati RL H Suherman SE MM yang diwakilkan Sekkab Drs Sudirman, beserta intansi terkait lainya melakukan kunjungan ke lokasi longsor, untuk memberikan bantuan kepada para korban longsor.

Para korban diberikan bantuan berupa uang tunai, terpal, selimut, panci dan Sembako.  Kepada para korban Sudirman menyampaikan keprihatinan pemerintah terhadap kondisi bencana yang dialami para korban, dan berjanji akan melakukan perbaikan terhadap kerusakan bangunan yang diakibatkan longsor.

“Ini baru bantuan awal dari kami, InsyaAllah pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bendana Daerah  (BPBD) RL akan menyisihkan anggaran daerah khusus penanganan bencana untuk perbaikan longsor,” tegas Sudirman.
Pantauan wartawan, belasan warga tampak bergotong royong melakukan pembersihan material longsor yang membuat hampir 50 persen bangunan rumah milik Darussalam (40) ambrol. Pembersihan material longsor dilakukan secara manual oleh warga tanpa alat berat.

Darusalam -pemilikl rumah yang ambrol-, juga terlihat ikut melakukan pembersihan meterial longsor. Ia bahkan nyaris terluka karena tertimpa bangunan, beberapa bagian rumah kembali rubuh saat warga sedang melakukan pembersihan material longsor. “Kepala saya hampir tertimpa dinding yang rubuh, beruntung cepat menghindar,” tutur Darussalam, kepada wartawan.
Sementara itu, dua penghuni rumah yang terluka saat peristiwa longsor terjadi, sempat menjalani perawatan medis di RSUD Curup. Korban hanya mengalami luka lecet karena sempat terhimpit oleh dinding rumah yang rubuh. Astutiana (61) -orang tua Darussalam- yang mengalami luka akibat tertimpa bangunan rumah, kemarin terlibat masih shock, bahkan sempat menangis saat melihat kondisi rumah yang sudah rusak berat.

Di bagian lain, Kepala BPBD Masdar Helmi yang juga berada di lokasi kejadian menerangkan, pihaknya akan memprioritaskan perbaikan pelapis tebing yang rusak akibat longsor di Desa Tabarenah tersebut.  “Ini merupakan kebutuhan mendesak, karena jika tidak rumah lainnya milik Tafsir (42) akan ikut ambrol, mengingat intensitas curah hujan yang cukup tinggi dalam sebulan terakhir ini,” kata Masdar.

Masdar mengaku, sudah mendata beberapa wilayah yang berpotensi bencana, untuk selanjutnya dilakukan upaya antisipasi. “Karena keterbatasan anggaran daerah yang kita miliki, untuk saat ini kita memprioritaskan daerah yang benar-benar butuh penanganan cepat,” tegas Masdar. (999)