5 Rumah Ludes

 CURUP TENGAH, BE – Kebakaran hebat kembali terjadi di kawasan padat penduduk Rt 1 Kelurahan Pelabuhan Baru, Pasar Atas Curup. Dalam satu jam si jago merah menghanguskan 5 rumah jenis panggung di Jalan Arif Rahman Hakim sekitar pukul 19.10 WIB. Belum diketahui sumber api yang menjadi penyebab kebakaran, beberapa warga berspekulasi jika penyebab kebaran berasal dari arus pendek listrik. Kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam tragedi tersebut. Dua unit mobil kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api, namun peralatan tersebut tidak bekerja efektif sehingga api dengan leluasa melalap rumah warga. Warga berupaya memadamkan dengan perlengkapan seadanya, bahkan beberapa warga memanfaatkan air comberan di drainase. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB.

M Sabirin Bakri (56) salah satu warga mengatakan, rumah yang terbakar tersebut diantaranya sebuah rumah yang berisi 5 bedengan milik Komar, sebuah rumah panggung yang berisi 7 los (dugang sayuran dan warung manisan) milik Latif, satu rumah panggung yang berisi 2 los milik Bakri, sebuah rumah panggung milik Sarip dan sebuah rumah panggung berisi gudang karung milik Anib. “Rata-rata los saturan disewakan, berisi hasil bumi dan warung manisan,” tutur Sabirin. Sementara itu anggota DPRD RL Adnan, mengaku ikut menjadi korban. Los sayuran yang berisi barang-barang hasil bumi ikut terbakar. “Saya menyewa los tersebut, semua barang tidak ada yang bisa diselamatkan,” terangnya. Adnan menerangkan, los-los yang disewa tersebut, diantaranya gudang karung, gudang sinar, gudang kabul, warung manisan. “Saat kejadian, pemiliknya sudah pulang, kami tidak tau sumber api karena baru mendapatkan informasi dari warga,” ujarnya lagi. Beberapa warga menuturkan, api pertama kali terlihat di gudang milik Kabul, yang berada di rumah panggung milik Latif. Duduga konleting listrik, api dengan cepat menyebar karena bangunan rumah semuanya berbahan kayu. “Rumah panggung berbahan kayu, jadi mudah terbakar,” kata beberapa warga. Pantauan wartawan di lokasi kejadian, peran mobil PBK tidak berfungsi dengan baik. Pada saat kejadian, hanya terlihat dua unit mobil PBK saja yang beroperasi, sehingga harus bergantian mengisi air. Disela mobil tengah mengisi air, api sudah menyebar ke beberapa rumah warga yang lain.

Sebagian warga lainnya sibuk menyelamatkan harta benda masing-masing dari kobaran api, hanya beberapa saja yang membantu pemadaman dengan menggunakan perlengkapan seadanya. Kebiasaan lainya, lebih banyak warga yang menonton dari pada yang membantu pemadaman api, sehingga cukup banyak terlihat kamera handphon warga yang berjejer mengambadikan peristiwa tersebut, layaknya menonton konser artis ibu kota. Sementara itu, Anggota DPRD RL Wahono, SP di lokasi kebakaran, berharap ada penambahan mobil pemadam kebakaran. “Karena setiap kali kebakaran selalu seperti ini. Armada kurang, dan pengisian air lambat,” sesalnya. (999)

  • Jaya Doank 22 Februari 2012 at 12:16

    Ada beberapa hal yang menjadi problema dalam memadamkan api pada setiap kebakaran, antara lain sikap dan tindakan masyarakat yang bertujuan ingin membantu memadamkan api akan tetapi justru tidak efektif malah mengganggu anggota PBK dalam melaksanakan tugasnya.
    Hal lain yang juga dirasakan oleh hampir semua anggota PBK adalah tidak adanya lagi orang2 yang terlatih dan berdedikasi tinggi dlapangan, hal ini dikarenakan orang2 yang senior dan berdedikasi sudah dimutasi semua ke t4 tugas yang lain..tanpa adanya pengkaderan n pelatihan pada anggota yang mayoritas masih muda dan kurang berpengalaman..hal ini juga seharusnya menjadi perhatian sendiri dari pemerintah.