5 Puskesmas Masuk Zona Hijau

ERICK/Bengkulu EkspressPUSKESMAS ZONA HIJAU: Puskesmas Perawatan Muara Aman yang merupakan salah satu dari 5 Puskesmas yang masuk kedalam zona hijau.

LEBONG, Bengkulu Ekspress– Dari hasil penilaian Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan (KBK) triwulan I tahun 2019, dari total 13 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di kabupaten Lebong diketahui sebanyak 5 masuk kedalam zona hijau dan sisanya 8 Puskesmas masih msauk kedalam zona merah. Hal tersebut berdasarkan dari 3 kategori penilaian yang dilakukan oleh pihak BPJS.

Adapun 5 Puskesmas yang masuk kedalam Zona hijau, yaitu Puskesmas tes, Sukaurajo, Muara Aman, Semelako dan limaupit. Sementara 8 Puskesmas yang masih masuk kedalam zona merah, yaitu Puskesmas Talang Leak, Tapus, Kota Baru, Taba Atas, Rimbo Pengadanag, Sukad Datang, Kota Donok dan Puskesmas Ketenong.

Dikatakan Kepala Dinas kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Lebong, Rachman SKM MSI, penilaian yang dilakukan merupakan salah satu penilaian untuk melihat pelayanan atau penanganan yang dilakukan di setiap Puskesmas dan bisa dikatakan sebagai Puskesmas masuk kedalam zaona hijau atau merah.

“Tim penilai melakukan penilaian indikatornya angka kontak, rujukan non spesialistik dan prolanis,” jelasnya, kemarin.

Seperti indikator angka kontak yang merupakan indikator untuk mengetahui tingkat aksesabilitas dan pemanfaatan pelayanan primer di fasilitas Kesehatan Tingkat Pratama (FKTP) oleh peserta yang masuk kedalam jumlah peserta jaminan Kesehatan Nasional. “Minimal 15 persen dari total peserta yang menamfaatkan dan mendapatkan pelayanan di FKTP,” sampainya.

Sementara itu indikator yang ke 2 yaitu rujukan non spesialistik yaitu FKTP dalam hal ini Puskesmas dan dokter keluarga, mampu memberikan atau menangani pasien yang memang bisa dilakukan di FKTP tersebut, tanpa harus melakukan rujukan ke rumah sakit. “Untuk Kabupaten Lebong sendiri termasuk Kabupaten yang rendah melakukan rujukan karena Puskesmas atau dokter keluarga mampu menangani sakit pasiennya,” ucapnya.

Sementara untuk indikator Program Pengelolaan penyakit krononis (Prolanis) yaitu penderita yang masuk kedalam Prolanis didaftarkan disetiap Puskesmas dan setiap bulannya sang pasien harus melakukan kontrol kesehatan di Puskesmas, mengikuti senam serta yang lainnya. “jadi indikator itulah di triwulan pertama tahun 2019 ini baru 5 puskesmas yang masuk kedalam zona hijau,” tuturnya.

Untuk itulah dirinya berharap pada penilaian triwulan ke II tahun 2019 ini, peningkatan masuknya Puskesmas kedalam zona hijau, bisa meningkat dari sebelumnya. Bahkan pihaknya menargetkan di tahun 2019 ini seluruh Puskesmas masuk kedalam Zona hijau. “Kita menargetkan semuanya masuk zona hijau dan kita berharap hal tersebut bisa kita wujudkan,” harap Rachman.(614)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*