5 Jemaah Suluk Dipulangkan

Ary, pembukaan suluk (2)
ARY/Bengkulu Ekspress
Suasana pembukaan pengajian suluk beberapa waktu lalu, selama 7 hari pelaksanaan suluk, sudah ada 5 peserta yang dipulangkan lantaran kesehatannya menurun.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Hingga hari ke-7 pelaksanaan pengajian Ilmu Tasawuf Tarekat Naqsyabandiyah di Desa Suka Datang Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, sudah ada ada lima peserta yang dipulangkan dari aktivitas zikir yang dikenal dengan kegiatan suluk tersebut. Peserta yang dipulangkan tersebut lantaran kondisi kesehatan mereka yang mengalami penurunan. Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Tarekat Naqshbandiyah, M Edi, saat dikonfirmasi Minggu (27/5) kemarin.

Meskipun diakui Edi petugas kesehatan yang siaga di lokasi suluk belum merekomendasikan mereka untuk pulang, namun karena kesadaran mereka sendiri yang ingin pulang sehingga oleh panitia mereka langsung dipulangkan ke tempat asal mereka.

“Sebenarnya belum ada rekomendasi dari petugas medis, namun karena mereka ingin pulang lantaran kesehatan mereka menurun, sehingga langsung kita pulangkan, karena kegiatan yang kita lakukan tanpa ada paksaan,” tambah Edi.

Kelima jemaah suluk yang dipulangkan tersebut berasal dari tiga daerah yaitu dari Provinsi Lampung, Martapura dan Lubuklinggau Sumatera Selatan. Penurunan kondisi kesehatan kelima peserta suluk yang dipulangkan tersebut, menurut Edi kemungkinan besar lantaran cuaca di lokasi suluk yang cukup dingin, lantaran dalam beberapa hari terakhir selalu hujan. Sehingga kondisi kesehatan mereka menurun.

Dengan adanya lima orang peserta suluk yang dipulangkan tersebut, maka menurut Edi saat ini peserta suluk gelombang ke satu di gedung utama pengajian Ilmu Tasawuf Tarekat Naqsyabandiyah tinggal 481 orang, karena sebelumnya jumlah pesertanya sebanyak 486 dari jumlah lokasi yang disediakan panitia sebanyak 550 orang.”Untuk kondisi jemaah lainnya, Alhamdulillah saat ini sehat semuanya,” papar Edi.

Kegiatan Pengajian Ilmu Tasawuf Tarekat Naqsyabandiyah atau suluk gelombang satu ini sendiri menurut Edi akan ditutup pada Selasa (29/5) malam, sehingga pada Rabu (28/5) seluruh peserta akan pulang ke daerah asal masing-masing.

Sementara itu, untuk Pengajian Ilmu Tasawuf Tarekat Naqsyabandiyah gelombang kedua, menurut Edi akan dimulai pada malam 17 Ramadan mendatang. Dimana peserta yang sudah mengkonfirmasi kedatangan untuk mengikuti suluk gelombang kedua ini sudah ada sebanyak 250 orang, namun menurut Edi masih ada kemungkinan untuk bertambah.

“Yang gelombang kedua ini nanti baik yang dari sekitar Rejang Lebong ini maupun dari lokasi yang jauh karena mereka belum sempat mengikuti pada gelombang pertama kemarin,” demikian Edi. (251)