49 Warga Kaur Terserang GHTR

anjing_rabies
Foto : IST

BINTUHAN,Bengkulu Ekspress– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaur mencatat, sepanjang bulan Januari hingga Agustus 2018 ini, laporan puskesmas dan warga di ke Dinkes ada 49 warga yang terserang Gigitan Hewan Tersangka Rabies (GHTR). Jumlah ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2017 lalu yang hanya 37 kasus GHTR. Meski demikian warga dapat bersukur, lantaran cepatnya penanganan serta tersedianya Vaksin Anti Rabies (VAR).

“Sampai dengan bulan Agusus ini sudah ada 49 masyarakat yang terkena dan diberi vaksin rabies, tapi belum ada merenggut nyawa warga Kaur lantaran disebabkan GHTR ini,” kata Kepala Dinkes Kaur Drs M Thabri melalui Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Juli Harianto S Kep, kemarin (9/8).

Dikatakannya, 49 kasus tersebut masyarakat yang terkena gigitan hewan seperti anjing, kucing dan lainnya yang tergolong memiliki penyakit rabies. Menurut Juli, untuk tindakan langsung berupa suntikan VAR terbukti dapat mencegah terjadinya rabies akibat GHTR tersebut. Sebab bila hal ini sampai terjadi bisa dipastikan tidak sedikit warga Kaur yang terserang GHTR. Meski demikian warga diingatkan untuk hati-hati terutama dengan hewan peliharan seperti anjing, monyet dan anjing.

”Kita minta kepada pemilik hewan peliharaan seperti anjing disarankan untuk merantai anjingnya dan tidak melepas sembarangan,” himbaunya.

Ditambahkannya, dari 49 kasus tersebut paling banyak pada bulan Januari terdapat 11 Kasus, sedangkan yang paling sendikit pada bulan Maret terdapat 4 kasus. Sedangkan persedian vaksin rabis saat ini masai memiliki stok sebanyak 256 vial Paksin. Juga ini tidak menutup kemungkinan masih ada warga yang tidak melapor meski diserang GHTR.

Sehingga kemungkinan penambahan jumlah warga Kaur yang diserang GHTR ini bertambah bisa saja terjadi.  “Kita beharap agar masyarakat lebih waspada akan serangan hewan rabies ini, karena rabies merupakan penyakit dapat mematikan bila tidak cepat ditanggulangi dengan segera mungkin,” jelasnya.(618)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*