46 Petugas Medis Dikarantina

Foto : IST/BE Syamsir SKM MKM

Akibat Satu Pasien RSUD Curup Reaktif

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Petugas kesehatan RSUD Curup melakukan rapid test terhadap seorang pasien yang menunjukkan gejala Covid-19. Dari hasil rapid test yang dilaksanakan pada Kamis (7/5) malam hasilnya reaktif.

“Memang benar terkait dengan informasi adanya pasien RSUD Curup yang dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif,” terang juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Rejang Lebong, Syamsir SKM MKM saat dikonfirmasi Jumat (8/5).

Dijelaskan Syamsir pasien yang hasil rapid testnya reaktif tersebut adalah seorang wanita berusia 71 tahun warga Kecamatan Curup Timur. Yang bersangkutan sendiri masuk di RSUD Curup ada Rabu (6/5) kemarin karena penyakit asma yang selama ini ia derita. Namun pada Kamis malam karena kondisi kesehatannya menurun serta menunjukkan ada gejala-gejala Covid-19, sehingga petugas langsung melakukan rapid test dan hasilnya reaktif.

“Meskipun reaktif, belum tentu yang bersangkutan ini positif Covid-19, untuk memastikan positif atau tidaknya harus menunggu hasil uji swab yang sampelnya sudah kita kirim ke Bengkulu untuk selanjutnya akan dikirim ke padang,” terang Syamsir.

Lebih lanjut Syamsir mengungkapkan, selain karena memiliki riwayat penyakit asma, pasien reaktif tersebut juga tidak memiliki riwayat dari daerah-daerah yang terdampak Covid-19 atau zona merah. Oleh karena itu ia mengimbau masyarakat Rejang Lebong untuk tidak panik namun harus tetap waspada, salah satunya dengan mematahu himbauan yang dikeluarkan pemerintah seperti rajin mencuci tangan, tidak berkumpul dan lainnya.

Kemudian untuk penanganan pasien sendiri, menurut Syamsir saat ini sudah ditempatkan diruang isolasi RSUD Curup yang ada di dua jalur. Dimana yang bersangkutan berada diruangan tersendiri dan dipisahkan dari pasien lainnya. Kemudian untuk keluargnya menurut Syamsir melakukan isolasi mandiri dirumah sembari menunggu hasil swab.

Disisi lain, dampak dari adanya satu pasien yang hasil rapid testnya reaktif tersebut, sebanyak 46 petugas di RSUD Curup mulai dari dokter, perawat maupun petugas lainnya dilakukan karantina oleh gugus tugas penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Rejang Lebong. Ke-46 orang tersebut dikarantina di Hotel Bukit Kaba yang ada di Jalan Sukowati Curup dan di BLKM Cawang Curup.

“Petugas medis yang kita karantina ini akan kita lakukan sampai keluarnya hasil swab. Bila hasil swab sudah keluar maka akan kita lakukan tindakan lanjutan,” terang Syamsir.

Namun menurut Syamsir, untuk langkah awal terhadap para petugas medis yang dikarantina tersebut, pihaknya akan melakukan rapid test terlebih dahulu. Dibagian lain, Kabid SDA Satpol PP Kabupaten Rejang Lebong, Mustafa Lufi mengungkapkan, tempat karantina petugas kesehatan yaitu Hotel Bukit Kaba dan BLKM akan dijaga selama 24 oleh petugas Satpol PP dengan jumlah petugas yang menjaga sebanyak empat orang yang dibagi 2 shift atau masing-masing shift 12 jam.

“Tempat karantina akan kita jaga untuk memastikan tidak sembarang orang yang keluar dan masuk, mereka yang keluar dan masuk harus mendapat surat persetujuan dari pihak-pihak yang terkait,” terang Mustafa

Jumlah Rapid Test Reaktif Bertambah 3 Orang

Sementara itu, juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Perkembangan Penanganan Covid-19 Bengkulu Jaduliwan melaporkan sebanyak 3 orang dinyatakan reaktif pada hari Jum’at (8/5) di Posko Gugus Tugas Provinsi Bengkulu. Jaduliwan menjelaskan rincian 3 orang yang dinyatakan reaktif sebagai berikut, 2 orang berjenis kelamin Laki-laki dengan inisal AL (51) dan BR (56), keduanya beralamat Kota Bengkulu dan sama-sama memiliki kriteria orang tanpa gejala (OTG). Dan yang terakhir seorang perempuan (24) inisal HN alamat Kota Bengkulu.

“Berbeda dengan kedua orang tersebut, untuk HN ini sendiri pernah memiliki kontak kepada pasien dengan kasus 13. Namun HN ini sendiri juga masuk kriteria OTG. Dan ketiga orang ini sudah melakukan pengambilan swab oleh Dinas Kesehatan Kota Bengkulu,” ungkap Jaduliwan.

Ditambahnya, untuk sampel yang dikirimkan hari ini ke laboratorium Universitas Andalas (UNAND) Sumatera Barat berjumlah 87, dengan rincian RSUD M. Yunus Bengkulu sebanyak 53 sampel, 10 sampel dari Kabupaten Kaur, 6 sampel dari Kabupaten Bengkulu Selatan, 7 sampel dari RS HD Kota Bengkulu, 9 sampel dari Dinkes Kota Bengkulu, dan 2 sampel Kabupaten Kepahiang.

Untuk diketahui, adapun jumlah ODP dilaporkan hari ini berjumlah 2 yakni berasal dari Kabupaten Kaur dan Kabupaten Rejang Lebong dan untuk penambahan jumlah PDP hari ini sebanyak 1 orang dengan inisial SK (74), berjenis kelamin laki-laki asal Kota Bengkulu.

“SK ini memiliki gejala sesak nafas, Pneoumoni, penyakit pengorbit DM dan jantung,” tutup Jubir Jaduliwan. (251)