450 Polisi dan TNI Siaga Penuh

Seluma Belum Kondusif

TAIS, BE – Situasi politik di Kabupaten Seluma belum sepenuhnya kondusif. Sedikitnya 450 personel gabungan kepolisian dan TNI masih bersiaga mengamankan gedung DPRD dan kantor Bupati Seluma. Pasalnya, beredar informasi, kemarin (7/1), akan ada aksi massa dalam jumlah besar yang menuntut agar DPRD Seluma tidak menindaklanjuti proses pemberhentian Murman Effendi sebagai bupati.
“Kita mendapat informasinya jika hari ini (kemarin) akan ada aksi unjuk rasa besar-besaran ke gedung DPRD dan Bupati Seluma. Makanya kita menerjunkan kekuatan penuh untuk mengantisipasi rusuh. Tindak tegas akan kita berikan dengan membubarkan massa karena tidak ada surat pemberitahuan dan izin untuk melakukan unjuk rasa,” tandas Wakapolda Bengkulu Kombes Pol Drs Misran Musa didampingi Kapolres Seluma AKPB P Lumban Gaol SIK, kepada BE, kemarin.
Diungkapkan Wakapolda saat ini personel keamanan yang diterjunkan terdiri dari 1 kompi Brimob Polda Bengkulu, 1 kompi Dit Sabara Polda Bengkulu, 1 kompi Polres Seluma, 1 peleton Polres Bengkulu Selatan, 1 peleton Polres Bengkulu dan dibantu 50 anggota TNI dari Kodim 0425 Seluma.”Pasukan belum akan ditarik sampai suasana benar-benar kondusif,” lugasnya.

Rapat Tertutup
Memastikan tidak ada kerusuhan, sejumlah petinggi Polda Bengkulu pun turun langsung ke Seluma. Tak hanya Wakapolda Bengkulu Kombes Pol Drs Misran Musa tapi juga Dir Intel, Wadir Reskrimum dan lainnya. Selama 2 jam, mereka melakukan pertemuan tertutup dengan Sekda Seluma Drs H Mulkan Tajudin MM mulai dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.
Usai pertemuan Wakapolda hanya mengaku pembicaraan masih sebatas pengamanan situasi Seluma terutama kedua titik pemerintahan tersebut. “Kita tetap menyiagakan anggota di gedung DPRD dan kantor Bupati Seluma,” ucapnya.

PNS Khawatir
Sementara itu sejumlah PNS di Setwan Seluma masih khawatir dan was-was dalam bekerja. Mereka takut aksi unjuk rasa kembali berakhir rusuh. Seperti disampaikan Rita Nadianingsing, Staf Humas Setwan Seluma. “Kami takut dan trauma aksi rusuh terjadi lagi. Kerja jadi tidak tenang,” ucapnya.
Apalagi informasi yang berkembang di lapangan akan ada aksi yang lebih besar dari sebelumnya dan akan melakukan pembakaran. Tak ayal, informasi itu semakin meresahkan mereka yang bertugas di Setwan Seluma.”Kami berharap situasi bisa kembali normal. Kalau begini terus tidak nyaman jadinya,” imbuhnya.(333)