4,5 Juta ‘Sachet’ Kopi Bengkulu Segera Dikirim Ke Arab Saudi

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Sebagai salah satu wilayah penghasil kopi, Provinsi Bengkulu, segera mengirimkan sebanyak 4,5 juta ‘sachet’ (bungkus) kopi ke luar negeri. Komoditas yang selama ini hanya dipasarkan di pasar lokal itu mulai dibawa ke Mekkah, Arab Saudi.

Hal itu diungkapkan Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah kepada Bengkuluekspress.com, usai kegiatan Halal Bihalal di Lapangan Apel Pemerintah Provinsi Bengkulu, Senin (10/6/19).

“Sebanyak 4,5 juta sachet kopi kita (Kopi Bengkulu) diminta Kementerian Agama untuk dibawa jamaah haji,” ujar Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah.

Dilanjutkan Rohidin, saat ini Pemerintah Provinsi Bengkulu, mempersiapkan itu semua. Kopi yang nanti diminta, kata Rohidin, akan melalui produk Bencoolen Coffe.

“Kopi yang dikirimkan nantinya akan diperoleh dari petani kopi Bengkulu,” tukasnya.

Ditambahkan Alumni Kedokteran Hewan Universitas. Gajah Mada itu, untuk estimasi anggarannya belum diketahui tepatnya. Kemenag baru melakukan pembahasan awal dari dengan Pemprov Bengkulu, untuk kerjasama terkait kopi Bengkulu.

“Ini sangat positif sekali nantinya sebagai media promosi untuk memasarkan produk kopi Bengkulu agar lebih dikenal dikancah nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Untuk diketahui, secara nasional produksi kopi Bengkulu, menempati urutan ketiga. Pada peta kopi Sumatera dikenal segitiga kopi, yaitu Bengkulu, Lampung dan Sumatera Selatan. Artinya Bengkulu memiliki potensi kopi yang menjanjikan.

Bengkulu memiliki sekitar 72 ribu ton per tahun dengan 34 sampai 36 kepala keluarga yang bergerak disektor tersebut.

Hanya saja, tambah Rohidin, posisi sekarang ada sekitar 34 ribu hektar berada di kawasan hutan lindung.

Melihat potensi dan problem tersebut, pemerintah daerah telah melakukan langkah strategis agar kopi Bengkulu, benar-benar mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, ada lima kabupaten penghasil utama kopi Bengkulu, antara lain, Kabupaten Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong, Kaur, dan Bengkulu Utara. Jenis kopi yang dihasilkan daerah ini kebanyakan jenis robusta. Beberapa petani juga mulai mengembangkan kopi olahan menggunakan hewan musang atau lebih dikenal dengan kopi Luwak. (HBN)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*