428 Jemaah Suluk, 1 Meninggal

CURUP, BE – Kegiatan suluk yang dilaksanakan jemaah ilmu tasawuf Tarekat Naqsyabandiyah kembali menghembuskan kabar duka. Seorang jemaah yang diketahui bernama Muhammad Raja Siregar (34) warga asal Sumatera Utara yang berdomisili di Bogor Jawa Barat meninggal dunia saat mengikuti kegiatan zikir yang dilaksanakan di gedung Tarekat Naqsyabandiah di Desa Suka Datang Kecamatan Curup Utara. Raja dibawa ke IGD RUSD Curup sekitar pukul 00.30 WIB untuk pertolongan medis dan dirawat intensif di ruang ICU, sebelum akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 05.30 WIB. Raja dibawa ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri oleh beberapa jemaah dan petugas kesehatan menggunakan ambulan pukesmas, dan didiagnosa mengalami diare, sesak nafas, dehidrasi dan keseimbangan kesadaran. Kepala Kamar Mayat Tahirun dikonfirmasi wartawan menerangkan, pihak rumah sakit sudah memindahkan jemaah suluk tersebut ke ruang mayat rumah sakit sebelum di berangkatkan keluarga korban ke daerah asalnya untuk dimakamkan.”Kami masih menunggu keluarga almarhum, untuk diberangkatkan ke daerah asalnya di Medan,” terangnya. Wakil Ketua Umum Tarekat Naqsyabandiyah M Edi dikonfirmasi di gedung Tarekat Naqsyabandiah membenarkan terkait meninggalkan seorang jemaah suluk. “Jemaah kami itu mengalami keluhan mual usai sholat Isyah Minggu (29/7), kemudian dirujuk ke rumah sakit lewat tengah malam, sebelum akhirnya meninggal usai sholat Subuh,” terang Edi. Dijelaskan Edi, pihaknya sudah menjalankan prosedur kegiatan suluk, melalui pemeriksaan awal kesehatan jemaah sebelum mengikuti kegiatan suluk. Bahkan kegiatan suluk tahun ini melibatkan tiga pukesmas diantaranya Pukesmas Tunas Harapan, Kampung Deluma dan Dulu Ilir. Petugas kesehatan disiagakan 24 jam di lokasi kegiatan suluk. “Jenazah kami itu saat didiagnosa kesehatan awal tidak menunjukkan gejala sakit yang berarti,” tuturnya. Sekitar pukul 12.30 WIB kemarin, jasad almarhum Raja Siregar dipulangkan ke kampung halamannya di Kampung Sihoda-Hoda Kabupaten Padang Lawas Provinsi Sumatera Utara untuk dimakamkan, diantar menggunakan ambulan Rumah Sakit Curup. Di bagian lain Edi menjelaskan, kegiatan suluk tahun ini diikuti 428 jemaah terdiri dari 277 laki-laki dan 157 perempuan. Almarhum Raja Siregar merupakan jemaah suluk yang melakukan kegiatan zikir di dalam kelambu berukuran 1 x 1 meter bernomor urut 276, yang terletak di sisi kiri gedung Tarekat Naqsyabandiah.

Tinjau Lokasi
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong Herwan Antoni sekitar pukul 11.00 WIB kemarin, bersama jajaran Intelkam Polres RL meninjau langsung pelaksanaan suluk. Mulai dari melihat kegiatan pelayanan kesehatan, hingga meninjau kelambu zikir jemaah suluk. Dikonfirmasi Herwan Toni menerangkan, pihaknya sudah berupaya membantu kegiatan suluk yang diselenggarakan di Desa Suka Datang dengan menyiagakan petugas kesehatan, serta melakukan pemeriksaan awal kepada jemaah. “Makanya kita menghimbau untuk jemaah yang kurang sehat jangan memaksanakan diri jika kondisi mereka kurang baik, dan segera melapor ke petugas kesehatan,” pintanya. Sebagai informasi, sejak tanggal 3 Ramadhan yang lalu jemaah ilmu tasawwuf Tarekat Naqsyabandiah melakukan kegiatan suluk di Desa Suka Datang sebagai pusat pengembangan ajaran tersebut. Kegiatan dilaksanakan selama 10 hari untuk gelombang pertama. Selain itu beberapa cabang ilmu Tarekat Naqsyabandiah juga melakukan kegiatan yang sama secara serentak di seluruh Indonesia. Cabang ilmu Thoreqat Naqsyabandiah tersebut diantaranya berada di Kabupaten Mukomuko dengan total jemaah suluk 156 orang, Kendari sebanyak 12 orang jemaah, Bangka Belitung 137 orang jemaah, Atambua 9 orang jemaah, Padang Andale 48 jemaah dan Riau sebanyak 27 jemaah. “Laporan sementara jemaah suluk yang ikut untuk gelombang pertama kali ini 817 orang di seluruh Indonesia,” terang Edi. Penyelenggara, sambung Edi, melakukan berbagai kegiatan selama 10 hari pelaksanaan suluk diantaranya solat lima waktu berjemaah, melakukan sholat taraweh di masjid yang ada di sekitar Tarekat Naqsyabandiah Desa Suka Datang, menerima ceramah dari guru dan kembali ke dalam kelambu untuk berzikir. “Jika gelombang pertama sudah selesai, gelombang kedua akan dilakukan kegiatan yang sama dimulai 17 hingga 28 Ramadhan, biasanya jemaah yang dekat” tuturnya. Sedangkan untuk suluk gelombang pertama kali ini diikuti oleh jemaah daerah yang jauh, diantaranya yang terjauh 2 orang dari Kuala Lumpur Malaysia, satu orang jemaah dari Kalimantan, pulau jawa jabotabek, palembang, dan beberapa daerah lainnya di Sumatera Selatan, Lampung, Jambi. Tahun 2011, setidaknya ada 800-an jemaah yang ikut suluk di Desa Suka Datang. Dengan alasan manajerial yang kurang baik dua jemaah meninggal dunia karena sakit dan dehidrasi. (999)