400 Rumah Terendam, 400 KK Terisolasi

Nampak lokasi jembatan dasarnya hanyut dibawa arus, warga berhati-hati saat melintasi jembatan tersebut (ROFI BE) (2)

TERISOLIR : Inilah jembatan Asahan Desa Kedataran, Kaur yang lantainya habis disapu banjir bandang. Selain itu, tampak warga sedang membersihkan rumah mereka setelah banjir surut.
TERISOLIR : Inilah jembatan Asahan Desa Kedataran, Kaur yang lantainya habis disapu banjir bandang. Selain itu, tampak warga sedang membersihkan rumah mereka setelah banjir surut.

KOTA BINTUHAN, BE – Akibat hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Kaur selama 10 jam, sejak Senin (18/12), secara bertubi-tubi bencana alam melanda berapa kecamatan, naik itu longsor maupun bencana banjir.
Dari data Bagian Pembangunan Setkab Kaur dan Dinas PU Kaur, ada 400 unit rumah terendam banjir dan 400 kepala keluarga terisolasi akibat jembatan putus.

Rumah yang terendam itu terdiri dari 150 unit di Desa Jawi, 100 unit di Desa Bunga Melur, 50 unit di Desa Penandingan, semuanya masuk di Kecamatan Kinal. Kemudian 40 unit di Desa Tanjung Betuah Kecamatan Nasal, 20 unit di Dusun Air Jawa Desa Air Jelatang, serta 40 unit di Dusun Sawang Desa Tanjung Beringin Kecamatan Maje. Akibat rumahnya terendam, sebagian masyarakat mengungsi. Mereka khawatir jika ada banjir susulan. Namun ada juga yang membersihkan barang-barangnya setelah air mulai surut.

Selain itu, sebanyak 800 jiwa warga eks BRT Desa Kedataran teresolasi. Pasalnya lantai jembatan Asahan sebagi penghubung Desa Kedataran dengan Bintuhan hanyut dibawa banjir kemarin. “Kita sudah mengecek langsung ke lokasi dan kondisi jembatannya cukup memprihatinkan. Jadi kita berkoordinasi dengan PU supaya melakukan penanganan segera untuk segera membangun jembatan kembali jembatan tersebut,” ujar Kabag Pembangunan, Ailan Suhadi SPd kepada BE, kemarin.

Kades Kedataran, Erman juga meminta Dinas PU segera melakukan perbaikan jembatan Asahan di desa mereka tersebut. Karena di lokasi eks BRT ada sekitar 800 jiwa tidak bisa melakukan aktivitasnya karena jembatan satu-satunya itu putus. “Kita harapkan segera dilakukan perbaikan, saat ini jembatan masih bisa dilalui namunĀ  hanya dengan jalan kaki. Untuk kendaraan roda empat dan roda dua belum bisa,” jelasnya.

Selain banjir, ada desa yang terkena bencana longsor. Yaitu Desa Seluling, Padang Guci Hulu. Longsor itu menutupi jalan negara Padang Guci. Namun kemarin pihak PU sudah mulai membersihkan longsoran itu. Selain Padang Guci Hulu, daerah lain yang diterjang longsor adalah Desa Penandingan, Kinal. “Kita sudah mendatangkan alat berat untuk membersihkan bekas longsor tersebut,” ujar Kadis PU Kaur, Jon Harimol Ssos didampingi Sekretaris, Lawi Amrul SsSos, kemarin.

Sementara itu, untuk 3 unit truk yang hanyut di Sungai Kinal akibat banjir bandang Senin malam (17/12) lalu, sudah berhasil dievakuasi menggunakan alat berat Dinas PU sekitar pukul 21.15 WIB tadi malam. (823)