40 Warga Dilatih, Beternak Lebah

IST/Bengkulu Ekspress Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rejang Lebong saat memberikan pelatihan budidaya lebah kepada 40 warga dari dua kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong.

CURUP, Bengkulu Ekspress– Untuk memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat Rejang Lebong, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Rejang Lebong memberikan pelatihan budidaya lebah madu terhadap 40 warga Rejang Lebong. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rejang Lebong, Dwi Purnamasari mengungkapkan 40 warga yang mendapat pelatihan budidaya lebah tersebut berasal dari 6 desa dari dua Kecamatan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong.

“Saat ini kita tengah memberikan pelatihan beternak lebah kepada 40 warga di Kecamatan Bermani Ulu dan Bermani Ulu Raya,” sampai Dwi saat dikonfirmasi, Rabu (13/3) kemarin.

Menurut Dwi, warga yang mendapat pelatihan budidaya lebah madu tersebut yaitu warga Desa Pal VIII, Desa Tebat Tenong Luar dan Desa Purwodadi di Kecamatan Bermani Ulu Raya. Kemudian Warga Desa Baru Manis, Desa Tebat Tenong Dalam dan Desa Air Pikat di Kecamatan Bermani Ulu. Dimana dalam pelatihan tersebut mereka pusatkan didua desa yaitu di Desa Pal VII untuk Kecamatan Bermani Ulu Raya dan Desa Baru Manis untuk Kecamatan Bermani Ulu.

“Meskipun nanti dalam pelaksanaannya adalah perorangan namun dalam pelatihan ini kita lakuka secara kelompok,” tambah Dwi.

Untuk jumlah kelompok anggota kelompok sendiri, menurut Dwi untuk Desa Pal VIII dan Baru Manis yang menjadi pusat pelatihan anggotanya masing-masing sebanyak 10 orang sedangkan untuk empat desa lainnya masing-masing lima orang. Bentuk pelatihan yang diberikan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rejang Lebong yaitu mulai dari pembuatan kotak lebah, kemudian mencari bibit atau ratu lebah dihutan sekitar tempat tinggal mereka hingga cara budidaya atau mengambil lebah saat mulai produksi nantinya.

Sementara itu, untuk pemateri dalam pelatihan yang mereka berikan tersebut, menurut Dwi mereka datangkan dari Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang. Karena menurut Dwi desa tersebut telah lebih dahulu mengembangkan budidaya lebah melalui dana desa.



Dwi berharap, dengan adanya pelatihan budidaya lebah ini nanti bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Rejang Lebong. Karena menurutnya budidaya lebah ini cukup menjanjikan karena harga satu botol madu ukuran 250 ml saja mencapai Rp 80 ribu. Selain itu budidaya lebah ini tidak menguras banyak waktu sehingga tidak mengganggu pekerjaan warga.

“Kita berharap setelah program budidaya lebah ini berhasil, para peternak yang kita latih juga bisa meningkatkan pelatihan untuk menciptakan produk turunan dari madu untuk menambah nilai ekonominya,” harap Dwi. Masih menurut Dwi, bila saat ini pelatihan baru mereka berikan kepada dua kecamatan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, maka kedepannya akan mereka berikan kepada seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Bahkan menurut Dwi, dalam APBD Perubahan Kabupaten Rejang Lebong tahun 2019 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rejang Lebong akan menggarkan untuk memberikan pelatihan bagi warga di tujuh kecamatan wilayah lembak.(251)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*