4 Security Tersangka

CIMG0595BENGKULU, BE – Penyidik Polres Bengkulu menetapkan 4 tersangka dalam tragedi berdarah di area Universitas Dehasen (Unived) yang menewaskan Yengki Novalianto (24), warga Kedurang Bengkulu Selatan Jumat lalu, (11/1).  Keempatnya merupakan security atau Satpam yang bertugas di Unived.
Mereka adalah  CD (24), MN (23), RO (24), dan BI (24).  Diantara keempat tersangka tersebut, BI merupakan pelaku penusukan terhadap korban.
“Yang nusuknya aku, tapi yang nendang dan mijaknya teman aku,” kata tersangka BI saat diwawancarai BE di Mapolres, kemarin.
Sebagaimana diketahui, tragedi berdarah itu terjadi, sekitar pukul 14.00 WIB.
Kejadian tersebut berawal saat teman Yengki bernama Roni mendatangi kampus Unived dengan mengendarai sepeda motor.  Kala itu, sepeda motor yang dikendarai nyaris menyerempet seorang mahasiswi.  Melihat itu, salah seorang security kampus tersebut memanggil dan menegur Roni.  Entah bagaimana tiba-tiba terjadi perkelahian antara keduanya. Lantaran kalah tenaga Roni, memilih kabur dari kampus.
Atas perkelahian tersebut, pihak kampus berinisiatif untuk menyelesaikan persoalan dengan memanggil kedua belah pihak untuk berdamai.  Namun saat mendatangi kembali kampusnya, Roni membawa 3 orang rekannya, salah satunya Yengki Novalianto yang juga merupakan karyawan Telkom.  Tapi, bukan perdamaian yang terjadi. Saat tiba di kampus justru perkelahian kembali terjadi dengan security.  Kali ini dengan jumlah yang lebih banyak.  Tiba-tiba ada yang menusuk Yengki tepat di perutnya.  Seketika itu pula korban terkapar, dan melihat kejadian itu, para pelaku kabur.
Untuk mengungkapkan kejadian ini, jajaran Polres telah memeriksa sedikitnya 7 security yang bertugas di Unived, yakni OG (24), YR (23), MK(24), CD (24), MN (23), RO (24), dan BI (24).  Setelah menjalani pemeriksaan, 4 diantara ke-tujuh Satpam yang diamankan tersebut, ditetapkan menjadi tersangka.
Selain itu, barang bukti yang digunakan oleh para tersangka untuk mengeroyok korban juga berhasil diamankan oleh polisi, yakni berupa 2 bilah pisau, dan 2 kayu sepanjang 1 meter.  Barang bukti tersebut salah satunya merupakan milik korban.
Kapolres Bengkulu AKBP Iksantyo Bagus Pramono SH MH melalui Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Amsaludin SSos menjelaskan, kronologis peristiwa tersebut.  “Awalnya terjadi kesalahpahaman antara mahasiswa dan Satpam yang ada di kampus.  Saat itu mereka ditegur oleh Satpam.  Merasa kalah jumlah, lalu mahasiswa tersebut lari dan datang lagi mengajak keluarganya setelah itu terjadi ribut-ribut kecil antara kedua rombongan.  Setelah itu rombongan korban pulang, akan tetapi ditelpon oleh pihak kampus dengan alasan akan diadakan perdamaian.  Mendengar ucapan itu, rombongan korban kembali lagi ke kampus dan setiba di kampus, mereka mendapat sambutan kata-kata yang tidak mengenakkan dari Satpam, akhirnya keributan kembali terulang  antara keduanya yang menyebabkan jatuh korban akibat menerima tusukan senjata tajam.  Ternyata, Sajam yang digunakan tersebut milik korban sendiri yang memang telah disiapkan saat kembali ke kampus, dan saat ini kami juga telah mengungkapkan 4 orang tersangka dari 7 orang yang menjalani pemeriksaan kemarin,” jelas Kasat. (cw4)