4 Objek Wisata Supercantik di Kabupaten Bima

Pantai Pink, Kabupaten Bima / Foto: IG @ayu.restina
Pantai Pink, Kabupaten Bima / Foto: IG @ayu.restina

Bengkuluekspress.com, BIMA – Bicara tentang destinasi wisata di Bima memang tak ada habisnya. Beberapa destinasi indah yang bisa dikunjungi ada di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat yang masih masuk daerah tertinggal. Sebagian bisa ditempuh dengan jalan darat, sebagian lagi laut, dan banyak juga yang harus mengkombinasikan keduanya. Mau tahu apa saja potensi wisata Bima terkait lautan yang mempesona? Berikut beberapa destinasi wisata indah dan unik yang direkomendasikan Ditjen Pembangunan Daerah Tertinggal.

1. Pantai Pink
Buat kalian yang akan berkunjung ke pantai ini, disarankan membawa perbekalan yang cukup, karena jarak pantai dengan pemukiman penduduk cukup jauh. Selain itu, datanglah pagi hari, saat matahari belum terlalu terik. Mengapa, karena pagi harilah warna pink pasirnya muncul cemerlang. Di siang hari tetap terlihat semburat merah muda, namun biasanya tak terlalu cerah

Rute: Untuk menghemat budget, bisa menyewa motor atau mobil dari Kota Mataram. Kisaran harga sewa motor Rp75.000 – Rp85.000/hari. Sedangkan, harga sewa mobil antara Rp275.000 – Rp600.000/hari. Tambahan informasi, 5 km sebelum tiba di Pantai Pink, kondisi jalanan banyak berlubang dan di beberapa titik tidak beraspal. Jadi harus lebih berhati-hati.
Harga tiket masuk pantai ini Rp10.000 (wisatawan lokal) dan Rp50.000 (wisatawan mancanegara.

2. Pulau Ular
Ini destinasi unik yang terletak di Desa Pai, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Pulau ini kaya legenda. Tapi yang jelas, sesuai namanya penuh dengan ular laut beracun dengan warna belang silver dan hitam. Tetapi anehnya bersahabat dengan penduduk dan pengunjung. Ular-ular ini bisa dijumpai bergelantungan di tebing. Konon ular-ular itu merupakan jelmaan prajurit Belanda yang dikutuk Raja Bima. Pulaunya jelmaan kapal, dan dua pohon kamboja yang usianya sudah sangat tua jelmaan dua tiang kapal.

Rute: Dari Kota Bima kalian bisa menyewa kendaraan dengan jarak tempuh sekitar 45 menit ke Desa Kalo. Dilanjutkan dengan perahu yang telah disediakan oleh masyarakat sekitar dengan waktu tempuh 15-20 menit. Tarif perahunya mulai dari Rp50.000 dan disarankan rombongan (5-8 orang) karena perahu tidak akan jalan jika penumpang sedikit.

3. Cagar Budaya Uma Lengge
Uma Lengge (rumah adat) terdiri dari 3 bagian, lantai pertama digunakan untuk menerima tamu dan kegiatan upacara adat, bagian kedua atau lantai kedua digunakan untuk tempat tidur dan dapur, bagian ketiga atau lantai ketiga digunakan untuk menyimpan bahan makanan.

Rute: Menempuh perjalanan darat selama 45 menit dari Kota Bima ke Kecamatan Wawo, tepatnya di Desa Maria.

4. Pulau Kelapa
terletak di kawasan Nggelu, Lambu. Pulau kecil dengan pemandangan sekeliling superindah. Jadi jangan heran jika tempat ini kerap dijadikan lokasi camping wisatawan dan para pecinta alam.

Rute: Untuk menuju Pulau Kelapa dapat ditempuh sekitar 1,5-2 jam dengan menyewa boat di Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima dengan biaya sewa Rp300.000/orang. (ril)