4 Kandang Ayam Ditutup

Ditutup: Ketua Bela Negara Kabupaten Benteng, Hamka Meminta kepada pihak Pokpan utnuk menutup seluruh kandang ayam yang berlokasi disekitar pemukiman warga tanpa terkecuali
Ditutup: Ketua Bela Negara Kabupaten Benteng, Hamka Meminta kepada pihak Pokpan utnuk menutup seluruh kandang ayam yang berlokasi disekitar pemukiman warga tanpa terkecuali

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Mendapatkan protes dari masyarakat, sebanyak 4 (empat) kandang ayam yang berlokasi di Desa Karang Tinggi, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) ditutup. Pasalnya, pihak perusahaan produksi ayam, yakni Pokpan berencana untuk melakukan pemutusan kontrak kerja kepada pemilik kandang ayam. Yakni milik Aprita, warga Desa Taba Mutung, Kecamatan Karang Tinggi.

“Tak bisa dipungkiri, keberadaan kandang ayam di sekitar jalan lintas menuju kawasan perkantoran Desa Renah Semanek, Kecamatan Karang Tinggi memang banyak dikeluhkan warga. Selama ini, warga protes dikarenakan aktivitas kandang ayam menimbulkan bau tak sedap bagi masyarakat di sekitarnya,” ungkap Hamka, warga setempat yang juga merupakan Ketua Bela Negara Kabupaten Benteng, kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (19/1).

Selain menimbulkan bau tak sedap, ungkap Hamka, kandang ayam yang berada di jalur hijau menuju perkantoran itu juga menjadi salah satu pemicu kedatangan lalat ke pemukiman warga.

“Jelang dan sesudah panen, serbuan lalat menyebar ke rumah-rumah warga yang terdapat di sekitarnya. Lalat itu berasal dari kandang ayam,” imbuhnya.

Meski demikian, Hamka menyayangkan, sikap pihak Pokpan yang dinilai tidak pro kepada masyarakat. Betapa tidak, dari belasan kandang ayam yang melakukan kontrak, hanya 4 kandang ayam yang diputus kontrak. Menyikapi kondisi ini, pihaknya mengharap agar pihak pokpan bisa bersikap objektif dan tak tebang pilih, yakni memutuskan kontrak kerja kepada seluruh kandang ayam yang berdiri tak jauh dari pemukiman warga.

“Kami minta pihak Pokpan tak tebang pilih. Putuskan kontrak kepada seluruh kandang ayam yang ada di sekitar rumah warga. Secara keseluruhan, semuanya berlokasi tak jauh dari pemukan warga,” pungkas Hamka yang saat ini juga merupakan politisi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.(135)