4 Jam Hujan, Jalan dan Rumah Kebanjiran

Bakti/Bengkulu EkspressSUNGAI MELUAP : Puluhan kendaraan tak bisa melintas akibat air sungai di Desa Lagan Bungin, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Benteng meluap, Rabu (15/5) kemarin.

SEMIDANG LAGAN, Bengkulu Ekspress– Bencana banjir di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) masih belum berakhir. Hujan deras yang terjadi pada Rabu (15/5) siang, kembali membuat permukaan jalan dan rumah warga di wilayah Kecamatan Semidang Lagan digenangi air. Bahkan, akses lalu lintas menuju 8 (delapan) desa sempat lumpuh total dan tak bisa dilewati oleh semua jenis kendaraan. Baik itu kendaraan roda dua, roda empat ataupun damtruk pengangkut batu bara.

Informasi yang berhasil dihimpun, hujan deras terjadi sejak pukul 13.00 WIB dan berlangsung hingga sore hari. Akibatnya, debit air sungai yang berada tepat di sebelah stokfile batu bara di Desa Lagan Bungin mengalami peningkatan secara signifikan. Air seketika meluap dengan ketinggian mencapai 0,5 meter dari atas permukaan jalan.

“Hujan deras terjadi setelah salah Dzuhur hingga sore. Hal itulah yang membuat air sungai meluap hingga menutupi permukaan jalan,” ungkap warga Desa Lagan Bungin, Lukman Ansori, saat ditemui di lokasi banjir, kemarin sore.

Diungkapkan Lukman, bencana banjir seperti ini disebabkan karena sungai tak mampu menampung curah hujan yang berasal dari hulu atau pegunungan. Peristiwa serupa juga pernah terjadi beberapa kali. Khususnya saat hujan deras dalam waktu yang cukup lama.”Saat meluap, air sungai akan berwarna kecoklatan dan mengalir sangat deras. Bahkan, pernah ada sepeda motor yang sempat terseret arus saat berupaya menyeberangi sungai,” tambahnya.

Pantauan Bengkulu Ekspress dilokasi, luapan air di Desa Lagan Bungin terjadi di dua lokasi. Selain di aliran sungai, genangan air setinggi pinggang orang dewasa juga terjadi pada anak sungai perbatasan Desa Lagan Bungin dan Desa Taba Lagan. Karena hujan deras tak berlanjut, puluhan kendaraan yang mengantre secara bertahap mulai melanjutkan perjalanan. Sekitar pukul 18.00 WIB, lalu lintas kembali normal dan akses jalan kembali bisa dilewati.

“Saya dari kuliah dan hendak pulang ke Desa Semidang. Sejak pukul 15.00 WIB, semua kendaraan tak bisa lewat dan terpaksa menunggu air surut,” kata Heni, warga Desa Semidang.

Disisi lain, selain mengganggu lalu lintas, luapan air yang bermuara ke Sungai Bengkulu tersebut juga telah membuat sejumlah rumah warga dan fasilitas umum digenangi air. Diantaranya, sebanyak 4 rumah warga di Desa Lagan Kecamatan Semidang Lagan serta lapangan Sepak Bola Desa Taba Lagan.

Selain itu, terpantau pula, sejumlah sungai yang tergolong rawan banjir juga mulai meluap. Meski begitu, air sungai belum menyentuh permukaan jalan. Yakni, air sungai Desa Lagan dan Taba Lagan Kecamatan Semidang Lagan serta air Sungai Minga di Desa Pulau Panggung Kecamatan Semidang Lagan.

Selesaikan Penyebab Bencana Alam

Terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor tetap menjadi perhatian oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu. Termasuk penyebab, permasalahan tersebut juga akan ditindaklanjuti. Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengumpulkan semua element yang berkiatan dalam penanganan permasalahan bencana alam. “Dalam waktu dekat kita akan merumuskan bersama dengan FKPD dan stekholder yang ada,” terang Rohidin, kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (15/5).

Dijelaskannya, dikumpulkan semua stekholder itu sendiri seperti bupati dan walikota se-Provinsi Bengkulu. Termasuk dengan pertambangan, perkebunan serta pelaku usaha lainnya. Sehingga semua bisa bersatu, untuk merumuskan masalah tersebut. “Kita akan lihat apa yang sebenarnya menjadi penyebab utamanya,” ujarnya.

Ketika nantinya dari hasil didiskusi bersama tersebut, telah diketahui dugaan penyebab utama, maka pemprov tentunya akan mengabil kebijakan dalam menyelesaikan permasalah tersebut. Sehingga permasalahan tersebut tidak terus terulang.  “Kita tidak ingin masalah ini kembali terjadi,” papar Rohidin.

Begitupun dengan upaya pencegahan juga akan dilakukan, agar bencana tidak lagi terjadi. Termasuk evaluasi, hasil dari penangnan bencana alam. Kedepan, penanganan bencana alam tersebut bisa dilakukan lebih cepat. “Upaya-upaya pencegahan tentu akan kita lakukan. Jangan sampai bencana alam ini terus menghantui masyarakat kita,” tuturnya.

Meski demikian, saat ini, lanjut Rohidin masih tetap fokus untuk melakukan prose pemulihan akibat bencana alam. Ketika pemulihan selesai, maka identifikasi masalah penyebab bencana alam bisa segera dilakukan. “Sekarang fokus kita melakukan pemulihan pasca bencana alam,” tutup Rohidin. (151/135)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*