4 Jam Bersepeda, Bocah Nyasar ke Seluma

GADING CEMPAKA, BE – Ini pelajaran bagi orangtua untuk selalu memperhatikan anaknya dalam bermain. Seorang bocah Kelas V SDN 41 Kota Bengkulu, M Jufrianzah (11) warga Jalan Rinjani RT 3 RW 3 Kelurahan Jembatan Kecil hilang bermain sepeda. Anak bungsu Buah hati pasangan Nadil (48) dan Ibu Rumiati (42)  bersepeda selama 4 jam lamanya. Hingga nyasar ke Kabupaten Seluma. Hilangnya bocah yang akrab disapa Rian ini tentu sangat membingungkan dan membawa kesedihan mendalam bagi kedua orangtuanya.

“Idak ado samo sekali tando-tando Rian nak pai pergi dari rumah. Dio Idak pulang jugo pas isya, kami sekeluarga panik,” ucap Dani.
Kronoligis kejadian, Pada Hari Selasa (31/10), sekitar pukul 14.30 WIB,awalnya saat pulang sekolah Rian membantu ibunya di kebun. Ia dan kakaknya membawa 1 sepeda. Rian sempat berebut sepeda dengan kakaknya, Farjun Ashandi (13). Setelah mendapatkan sepeda itu, Rian lalu izin pada orangtuanya mau melihat pertandingan bola di Lapangan Pesantren Pancasila.

Namun sejak kepergiannya itu hingga sore hariRyan tidak juga pulang. Hal ini tentu saja membuat kedua orangtua Rian panik.Dani menambahkan, keluarga sempat mengumpulkan semua teman sekolah dan teman dekat Rian. Bahkan kata  Dani, keluarga sudah mencari Rian ke berbagai kawasan kota.

Bahkan hilangnya Rian ini sempat dilaporkan ke polisi. Namun saat itu polisi menolak laporan itu, dengan alasan hilangnya Rian belum selama 24 jam. Orangtua Rian terus mencari anak kesayangannya itu, bahkan hingga ke orang pintar. Perkiraan orang pintar bermacam-macam ada yang mengatakan Rian ke arah Barat, ada yang ke timur dan arah lainnya.

Ditemukan di Seluma
Saat  Maghrib, warga menemuka Rian di Masjid Tais , Seluma. Warga lalu membawa bocah itu ke Polres Seluma. Lalu polisipun mengembalikan Rian pada orangtuanya ke Kota Bengkulu.
Bocah lelaki ini mengaku tersesat saat bersepeda menuju rumah saudaranya di Bentiring Kota Bengkulu.

Ketika ditemui di ruang Sat Intelkam Polres Seluma kemarin, bocah  itu menuturkan, Dia berniat ingin ke rumah saudara tertuanya bernama Eka Sentia di Bentiring. Setelah berangkat mengayu sepeda dari wilayah sekitar Pesantren Pancasila itu, dia mulai bingung dengan banyaknya jalur jalan. Hingga Rian pun terus mengikuti arah yang ia yakini bisa sampai ke Bentiring. Berjam-jam Rian mengayuh sepeda, dia mulai menyadari arah jalan yang diikutinya tak kunjung tiba ke Bentiring.

Hari pun mulai malam, Rian pun heran mengapa tidak juga sampai ke Bentiring yang ia tuju. Padahal ia berangkat sejak siang, sepulang dari sekolah. Biasanya tak sampai selama itu ia sudah tiba di Bentiring. Lantas, Rian memberanikan diri bertanya kepada warga di pinggir jalan, sedang dinama dia berada. Kemudian warga pun menjelaskan Rian berada di Tais Seluma.

”Saya bukan mau ke sini, tapi mau ke rumah ayuk di Bentiring. Saya bingung jalannya banyak sekali, jadi salah jalan,” tutur Rian sembari mengakui dirinya terpaksa bolos sekolah sehari kemarin.
Jarak antara kota Bengkulu dengan ibukota Kabupaten Seluma, Tais tak kurang dari 60 km. Menyadari lokasi Tais sudah sangat jauh dari rumahnya itu, Rian pun memilih menginap di salah satu masjid di Tais.

Polisi Seluma yang menemukan Rian lalu membantu Rian pulang ke rumah orangtuanya. Dengan menghubungi Polres Kota Bengkulu. Sehingga orang tua Rian da Nadil Hamzah dan Nik Rumani dapat dihubungi. Kemudian sekitar pukul 13.00 WIB, Rian pun dijemput orang tuanya.  Sekitar pukul 19.00 WIB kemarin, Rian sudah tiba di rumahnya. Namun bocah ini belum bisa diwawancarai karena masih shok dan keletihan.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Kelurahan Jembatan Kecil Yusrizal BA membenarkan perginya Rian pada hari selasa dan ditemukannya kembali pada Rabu sore. Ia ikut bersyukur korban sudah ditemukan. “Alhamdulillah sudah ditemukan dengan selamat di Polres Seluma,”, ucapnya. (444/(cw1)