4 Desa di Seluma Merdeka Sinyal

Material BTS sebelum dipasang di empat desa, telah sampai di Diskominfo Seluma.

TAIS, bengkuluekspress.com – Selangkah lagi, Kabupaten Seluma bebas meningkatkan aksesibilitas telekomunikasi di seluruh Indonesia secara langsung, sehingga tidak ada lagi desa di Kabupaten Seluma yang tidak dapat sinyal.

“Komponen untuk pembangunan BTS hari ini telah tiba di Dinas Kominfo Seluma bantuan BAKTI dari Kementerian Kominfo dalam program Indonesia Merdeka Sinyal. BTS ini akan dibangun,” ucap Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Seluma, H Hendarsyah kepada wartawan.

Diketahui, kemarin empat Desa Blind Spot di Kabupaten Seluma, yakni desa Sekalak dan Lubuk Resam di Kecamatan Seluma Utara, dan desa Giri Nanto dan Simpur Ijang di Kecamatan Ulu Talo akan di pasang Komponen untuk membangun BTS dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika tiba di kantor Dinas Kominfo Kabupaten Seluma, Senin (23/11/2020).

Komponen terdiri dari menara BTS, transmisi, catu daya(VDC) dan perlengkapan BTS lainnya. Komponen tersebut langsung dilakuan pendataan dan pemisahan, untuk selanjutnya dibawa ke desa yang sudah dipilih sebagai lokasi dibangun BTS.

“Terwujudnya pembangunan BTS Bakti Sinyal tersebut merupakan cita-cita BAKTI Kemkominfo untuk meningkatkan aksesibilitas telekomunikasi di seluruh Indonesia secara langsung. BAKTI juga akan meningkatkan akses informasi berbentuk digital. Sehingga pembangunan BTS tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” sampainya.

Ditambahkan, mulai hari ini peralatan mulai di bawah ke desa masing-masing untuk langsung di bangung. Lokasi yang dipilih merupakan blank spot atau daerah yang sama sekali tidak memiliki sinyal, sehingga masyarakat tidak lagi sulit untuk berkomunikasi. Dan insyaAllah di akhir tahun 2020 ini empat desa tersebut merdeka sinyal.

Ditambahkannya, pembangunan BTS Bakti Sinyal tersebut membutuhkan lahan yang disediakan oleh desa yang di pilih, agar kedepan tidak menimbulkan masalah. “Lahan yang disediakan harus berstatus lahan desa, dan tidak bermasalah, baru bisa dibangun,” pungkasnya. (333)