4.088 Rumah Warga Dibantu

BENGKULU, BE – Bantuan bagi 4.088 rumah warga miskin yang tersebar di 67 kelurahan se Kota Bengkulu akan segera direalisasikan. Hingga akhir bulan ini, verifikasi terakhir bagi penerima bantuan tersebut dijadwalkan tuntas. Setelah lebaran bulan depan, bantuan akan langsung dicairkan ke yang berhak. Hal ini diungkapkan Kepala Bappeda Kota, Dr. Fitriani Badar, AP. M.Si, kemarin (22/7). “Bantuan untuk tahap I sebanyak 4.088 rumah sudah pasti. Sisanya, sebanyak 12 ribu rumah lagi akan direalisasikan tahun depan. Itu kesepakatan pak Wali (Bang Ken) dengan Kemenpera RI,” ungkap eks Kepala PPKA Kota tersebut. Ditambahkan Fitriani jika program tersebut dapat sukses berkat kerjasama apik antara Pemda Kota dengan PNPM MP Kota Bengkulu yang concern terhadap persoalan kemiskinan. “Pendataan yang dilakukan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di tiap kelurahan menjadi lancar berkat support PNPM MP. Sehingga harapan pak Wali agar semua rumah warga miskin se Kota dapat dibantu akhirnya terwujud,” tegas Fitriani. Menurut Koordinator PNPM MP Kota, Dediyanto, SP, dibutuhkan kerja keras dan kerjasama yang baik guna mewujudkan bantuan tersebut. Unsur pemerataan juga menjadi perhatian pihaknya, sehingga sebaran bantuan di tiap kelurahan menjadi merata. “Namun akan tetap ada prioritas terhadap kelurahan yang memiliki KK miskin besar dengan jumlah rumah tak layak huni yang dominan,” terang Dediyanto yang memastikan jika yang memperoleh bantuan hanya KK yang rumahnya benar-benar tidak layak huni setelah melalui serangkaian sosialisasi dan verifikasi.

Hati-hati Penipuan
Sayangnya, program bantuan untuk rumah tidak layak huni ini terindikasi dikacaukan pihak tertentu yang berkepentingan pada Pilkada Kota. Terbukti dengan temuan aparat pemerintah di lapangan yang menyebutkan ada oknum yang mendata warga dan menjanjikan bantuan itu dengan perjanjian memilih calon tertentu pada Pilkada. Padahal oknum-oknum itu bukanlah pendata resmi dari pemerintah atau PNPM MP. Sudah tegas jika pendataan hanya dilakukan BKM di kelurahan bersama dengan PNPM MP. Yang lebih parah adalah oknum tertentu memberi angin surga kepada sejumlah warga bakal mendapat bantuan itu padahal bohong alias menipu.
“Karena itu kami berharap aksi-aksi yang terindikasi seperti itu dapat dihentikan. Ini adalah program kemanusian yang selayaknya disukseskan bersama. Kepada masyarakat yang mengaku didata sebaiknya hanya mengecek ke RT/RW, Lurah dan PNPM MP, supaya tidak tertipu,” saran Kepala Bappeda Kota, Dr. Fitriani Badar.(bis)