4.000 Rumah Warga Tak Layak Huni

KARANG TINGGI, BE- Tokoh Masyarakat mendesak Bupati Ferry Ramli, SH  segera merealisasikan program rehab rumah bagi warga miskin. Desakan ini terakit rumah warga miskin tak ayak huni di Benteng, saat ini jumlahnya semakin banyak.
Seperti disampaikan Aswandi Aksa, Tokoh Desa Karang Tinggi, jumlah rumah waga miskin yang tak layak huni mencapai 4000 unit. Tersebar di berbagai kecamatan, salah satunya di Karang Tingi. Rumah warga miskin ini sudah selayaknya direhab melalui program pemerintah.

“Kami lihat program bedah rumah miskin itu berhasil dilaksanakan di Kota Bengkulu. Informasi kami terima sudah 60 ribu rumah miskin di Kota yang dibenahi. Kami harap bupati Ferry Ramli dapat merealisasikan hal serupa di Benteng,” jelas Aswandi.
Ditambah Aswandi memang kondisi masyarakat Benteng saat ini kalau dari segi sandang relatif mapan. Karena untuk membeli pakaian warga sudah mampu. Hanya dari segi papan, Perumahan Benteng masih ketinggalan.
“Tak usah 60 ribu sebagaimana di kota, 4 ribu rumah saja sudah cukup untuk rehab di Benteng. Itu sudah sangat bagus karena diperkirakan ada 6000 rumah miskin di Benteng, itu sudah semua saya kunjungi,” ujar Tokoh Lembak ini.
Ditambahkan, bila kondisi rumah miskin di Benteng umumnya berbahan dasar kayu kualitas rendah dan gampang roboh, dengan luas seadanya. Rumah warga Benteng umumnya masih sangat sederhana. Kondisi ini amat memprihatinkan.
“Kami mendukung program bupati Ferry Ramli, SH jika berhasil mengentaskan aspek perumahan atau papan di Benteng ini,” lanjutnya lagi.

Terkait sesakan ini, Bupati Ferry Ramli menandaskan sudah mendapat tawaran dari pemerintah pusat untuk merealisasiakn program bedah rumah. Namun, persoalannya saat ini Benteng belum memiliki profil desa, yang akurat untuk menjemput seluruh program pemerintah itu. Kini pihaknya masih menunggu profil yang ada. Jika profil desa itu tuntas program bedah rumah bisa segera direalisasikan.

“Kami sudah mendapat tawaran dari berbagai program pemerintah pusat, namun masih terkendala profil desa yang belum lengkap. Kalau sudah lengkap profil , itu bedah rumah bisa direalisasikan. Demikian juga dengan program lain,” jelas Bupati. (122)