38 Keluarga Jadi Korban

CURUP, BE – Kebakaran yang terjadi di Jalan Arif Rahman Hakim RT 1 Kelurahan Pelabuhan Baru tak hanya membakar bangunan rumah. Musibah itu juga membuat 38 kepala rumah tangga di pemukiman padat penduduk tersebut harus kehilangan tempat tinggal dan tempat usaha. “Bantuan sudah kita serahkan kepada para korban, ternyata dari 36 korban yang dilaporkan, ada 2 kepala keluarga lagi belum mendapatkan bantuan,” tutur Bupati Rejang Lebong H Suherman SE MM usai mengunjungi dan mengantarkan langsung bantuan kepada para korban kebakaran.

Bupati mengintruksikan jajarannya, untuk mendata kembali para korban kebakaran, dan memberikan bantuan kepada semua korban. “Jangan ada yang tidak mendapatkan bantuan, musibah yang dialami para korban sudah menjadi kewajiban pemerintah dan masyarakat di sekitarnya untuk membantu,” tegasnya. Pantauan wartawan, Bupati RL bersama Ketua TP PKK Hj Susilawati SE MM, mengunjungi langsung lokasi kebakaran, dan memberikan semangat agar korban bisa tabah melewati cobaan tersebut. Bupati RL memberikan bantuan uang, serta sembako, perlengkapan rumah tangga, pakaian dari Dinas Sosial dan Transnaker, Bazda RL, dan Kesra. Ketua TP PKK, juga tidak segan-segan mendatangi para korban, bersalaman dan memberikan semangat kepada para ibu rumah tangga, penerima bantuan kebakaran tersebut. Lurah Pelabuhan Baru Saiful Amri menerangkan, total rumah berjumlah 5 unit, hanya saja ditempati oleh puluhan kepala keluarga untuk gudang sayuran, warung manisan, kontrakan. “Seperti sebuah rumah satu atap, ada bedengan 5 pintu. Hanya saja ditempati oleh beberapa kepala keluarga, bahkan sudah jadi hak milik beberapa orang,” terang Lurah.

Tuntutan Mobil BPK
Di sisi lain, terkait tuntutan masyarakat agar pemerintah menambah armada mobil BPK, Bupati RL menyampaikan, pihaknya akan berusaha meminta bantuan pemerintah pusat dan provinsi agar RL bisa memiliki armada pemadam kebakaran tambahan. “Kalau melihat anggaran APBD kita saat ini, tidak memungkinkan. Pemerintah akan berjuang agar RL mendapatkan bantuan mobil PBK,” terangnya. Pemkab RL sendiri terakhir melakukan pengadaan mobil PBK sekitar tahun 2008. Hal tersebut disampaikan mantan anggota DPRD RL Hamdan Mahyudin ditemui di lokasi kebakaran. Pada saat itu, pihaknya menganggarkan dana sekitar Rp 6,7 miliar untuk mengadaan 6 unit mobil BPK dan pelatihan bagi petugas pemadam kebakaran. Hanya saja, mobil-mobil tersebut sudah ditempatkan di PUT, Kota Padang, dan wilayah Curup. “Rencana kami saat itu, setiap kecamatan layaknya ada 1 mobil PBK. Karena daerah kita tampaknya memang rawan terjadi kebakaran,” katanya. Hamdan berharap, anggota DPRD RL saat ini, bisa ikut memikirkan pengadaan mobil PBK di RL, serta pelatihan bagi satuan pemadam kebakaran. “Minimal ada 10 orang anggota PBK yang benar-banar profesional dan bisa diandalkan dalam menangani kebakaran,” pintanya.

Sumber Api
Sementara itu, Kapolres RL AKBP I Ketut Yudha Karyana, S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Hardidinata SIK menerangkan, sumber api dari kebakaran tersebut diperkirakan berasal dari konsleting listrik. Bemula dari gudang sayuran yang ditempati Kabul, api pertama kali terlihat di atas di bangunan rumah kayu panggung dengan cepat menyebar ke bangunan lain. Polisi mendata ada 10 pemilik rumah yang terbakar, diantaranya milik Andri Palentino, Anas, Bakri, Sobar, Kabul, Bahar, anif, Sinar Adnan, Jum Karung dan Yanto. “Data kita ada 10 pemilik rumah dari penyisiran kita di TKP,” tuturnya. Di bagian lain, anggota DPRD RL Hamdan Mahyudin menerangkan, bagunan rumah yang terbakar termasuk bangunan lama, dibagun antara tahun 1955-1968. “Bangunan memang tua, bahkan termasuk bangunan pertama. Kemungkinan memang jaringan listrik tidak pernah di ganti sehingga konsleting,” terangnya. Hal senada disamapikan Baharudin (56), salah satu korban. Ia mengaku listrik di bangunan yang ditempatinya untuk tinggal dan usaha gudang sayuran tersebut listrinya sering turun sekring. “Kemungkinan terlau banyak yang memakai, tapi pada saat kebakaran listrik hidup, kemudian padam saat api sudah membesar,” pungkasnya.(999)